BRIEF.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) periode 2021-2025, Joe Biden mengatakan Presiden AS Donald Trump telah merusak kedudukan AS di dunia “lebih dari presiden mana pun dalam sejarah.”
Biden menyampaikan pernyataan sangat kritis terhadap penerusnya itu, saat berpidato pada gala di Hanover, Maryland, AS, yang diselenggarakan partai Demokrat di negara bagian itu. Ia berharap dapat membantu merebut kendali Kongres dari Trump dan sekutu Republiknya selama pemilihan paruh waktu, pada November mendatang.
Menyebut Trump sebagai “pecundang,” Biden menyinggung upaya penerusnya itu mengubah Washington DC dan menggambarkannya sebagai sosok yang tidak kompeten, korup, dan angkuh.
Pidato Biden selama 10 menit juga menyinggung pembongkaran Sayap Timur Gedung Putih yang dilakukan Trump untuk membuat sebuah ballroom, menambahkan nama Trump di eksterior John Kennedy Center for the Performing Arts menjadi “The Donald J. Trump and The John F. Kennedy Memorial Center for the Performing Arts” dan pertumbuhan alga perusak di kolam refleksi Lincoln Memorial senilai US$ 14,7 juta.
Namun, langkah itu langsung menuai kontroversi. Anggota keluarga John F. Kennedy III, sejumlah anggota Kongres, pakar hukum, dan seniman berpendapat bahwa nama Kennedy Center ditetapkan oleh undang-undang federal sehingga tidak dapat diubah hanya melalui keputusan dewan pengurus. Mereka menilai perubahan nama memerlukan persetujuan Kongres.
Biden juga mengkritik hubungan Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia menuduh Trump melakukan “distorsi dan penghancuran yang disengaja” terhadap aliansi militer NATO.
Pidato Biden merupakan salah satu serangan politik paling tajam terhadap Trump sejak ia kembali menjabat sebagai presiden. Biden menyampaikan kritik dalam rangka membantu Partai Demokrat menggalang dukungan menjelang pemilu sela (midterm elections) yang akan menentukan kendali Kongres AS.
Pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Biden saat laporan-laporan tersebut diterbitkan. (nov)


