Jakarta Siapkan Transformasi Truk Sampah Rendah Emisi

BRIEF.ID – Transformasi armada truk sampah menjadi kendaraan rendah emisi dinilai dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk memperbaiki kualitas udara Jakarta, sekaligus mendukung visi kota yang lebih layak huni menjelang usia ke-500 pada 2027.

Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan CAC Study Handover and IFDA Refuse Truck Emissions Reduction Preliminary Findings Workshop yang diselenggarakan WRI (World Resources Institute) Indonesia bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.

Forum tersebut menjadi ajang penyampaian hasil awal Jakarta Refuse Truck Study sekaligus penyerahan hasil kajian kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai dasar penyusunan kebijakan transportasi rendah emisi.

Berdasarkan laporan Air Quality Life Index (AQLI) 2025 dari University of Chicago, pencemaran udara di wilayah Jakarta Raya diperkirakan memangkas harapan hidup masyarakat hingga 2,6 tahun, dua kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 1,3 tahun. Kondisi tersebut telah memperlihatkan pentingnya percepatan pengendalian sumber emisi, terutama dari sektor transportasi.

Country Director WRI Indonesia, Nirarta Samadhi, mengatakan transformasi armada truk sampah tersebut bukan hanya upaya memperbaiki kualitas udara, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat.

“Transformasi armada truk sampah dapat menjadi salah satu kado paling spesial menuju 500 tahun Jakarta pada 2027,” tutur Nirarta dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (2/7).

Dia berpandangan meski hanya berjumlah sekitar 527.841 unit atau sekitar 4,31 persen dari total kendaraan bermotor di Jakarta, truk itu memberikan kontribusi emisi yang sangat besar.

Kajian WRI Indonesia bersama Prof. Puji Lestari dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menunjukkan kendaraan berat menyumbang sekitar 43,2 persen emisi PM2.5 di Jakarta.

Selain menghasilkan partikel halus PM2.5, truk juga menjadi sumber utama emisi nitrogen oksida (NOx), sulfur dioksida (SO₂), dan black carbon yang berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit pernapasan, stroke, penyakit jantung hingga kanker paru.

Dalam konteks tersebut, armada truk sampah milik DLH DKI Jakarta dinilai memiliki potensi besar menjadi pelopor transformasi kendaraan berat yang lebih bersih.

Saat ini terdapat sekitar 1.700 unit truk sampah yang beroperasi setiap hari dengan rute yang relatif tetap, sehingga dinilai ideal untuk penerapan teknologi rendah emisi, mulai dari penggunaan bahan bakar yang lebih bersih, standar emisi Euro IV hingga elektrifikasi armada.

“WRI Indonesia mendukung visi Pemerintah Provinsi Jakarta di bawah kepemimpinan Bapak Gubernur Pramono Anung untuk mentransisikan armada truk sampah menuju teknologi dan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Ini adalah investasi untuk kualitas udara, kesehatan masyarakat, dan masa depan Jakarta,” kata Nirarta.

Saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mulai mengoperasikan 15 unit truk compactor listrik. Namun sebagian besar armada masih menggunakan mesin diesel dengan standar emisi Euro II. Karena itu, program peremajaan kendaraan menuju standar Euro IV berbahan bakar rendah sulfur maupun kendaraan listrik dinilai menjadi peluang besar untuk meningkatkan kualitas udara sekaligus memodernisasi layanan persampahan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH DKI Jakarta, Erni Pelita Fitratunnisa, menyebut hasil kajian tersebut akan menjadi salah satu referensi penting dalam penyusunan kebijakan pemerintah daerah.

“Peningkatan kualitas udara merupakan salah satu prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan kota yang lebih sehat dan layak huni. Kami menyambut baik kajian yang dilakukan oleh WRI Indonesia bersama para mitra sebagai langkah awal untuk memperkuat basis data dan analisis dalam mendukung transformasi armada truk sampah menuju teknologi yang lebih bersih dan rendah emisi. Temuan dari studi ini akan menjadi masukan penting bagi kami dalam mengeksplorasi berbagai opsi kebijakan dan teknologi untuk mendukung modernisasi layanan persampahan di Jakarta,” katanya.

Hasil studi menunjukkan terdapat dua jalur utama untuk menekan emisi armada truk sampah, yakni meningkatkan standar kendaraan ke Euro IV dan melakukan elektrifikasi secara bertahap.

Penggunaan kendaraan Euro IV mampu menurunkan emisi pencemar udara secara signifikan dibanding armada Euro II, sedangkan kendaraan listrik menawarkan pengurangan emisi yang lebih besar, baik terhadap polutan lokal maupun emisi gas rumah kaca.

Dari sisi ekonomi, analisis Total Cost of Ownership (TCO) memperlihatkan bahwa biaya kepemilikan truk compactor listrik bahkan dapat sekitar 1,3 persen lebih rendah dibandingkan truk diesel Euro IV apabila biaya pembangunan infrastruktur pengisian daya tidak dibebankan kepada operator. Jika seluruh biaya infrastruktur turut dihitung, selisihnya hanya sekitar 6,84 persen, sehingga teknologi kendaraan listrik dinilai semakin kompetitif.

Selain mengurangi emisi, penggunaan kendaraan listrik juga dinilai berpotensi menekan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak sekaligus mengurangi beban subsidi energi di masa depan.

Prof. Puji Lestari menjelaskan transisi dapat dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan armada dan infrastruktur. “Dalam jangka pendek, percepatan adopsi bahan bakar rendah emisi dan peningkatan kualitas BBM menuju standar Euro IV perlu dilakukan bersamaan dengan prioritas peremajaan dump truck berukuran besar dan armada yang telah menua. Dalam jangka menengah dan panjang, elektrifikasi armada dapat dimulai dari truk compactor dan rute yang paling siap secara operasional, dengan dukungan pengembangan infrastruktur SPKLU dan penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” ujarnya.

Kajian tersebut menyimpulkan bahwa transformasi armada truk sampah bukan sekadar agenda lingkungan, tetapi juga menjadi strategi untuk meningkatkan kualitas udara, menekan emisi gas rumah kaca, serta mempercepat modernisasi layanan publik. Dengan momentum 500 tahun Jakarta pada 2027, langkah ini dinilai dapat menjadi salah satu warisan penting bagi terwujudnya ibu kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Prabowo Persilakan Presiden Belarus Bermalam di Istana Negara

BRIEF.ID - Presiden RI Prabowo Subianto memberikan penghormatan istimewa...

IHSG Menghijau Imbas Harga Minyak Dunia Turun Drastis, Lebih dari 400 Saham Naik Harga

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rupiah Melemah Dekati Rp18.000 per Dolar AS Saat Harga Minyak Dunia Turun, Ini Pemicunya

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah melemah mendekati Rp18.000...

Harga Minyak Dunia Turun di Bawah Level Sebelum Konflik Timur Tengah, Brent US$70,84 per Barel

BRIEF.ID - Harga minyak dunia turun di bawah level...