Indeks Wall Street Menguat, Harga Minyak Turun

BRIEF.ID – Pasar saham Amerika Serikat (AS) Wall Street menguat tajam pada perdagangan Senin (3/8/2026) setelah penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran investor bahwa inflasi dapat kembali meningkat akibat ketegangan di Timur Tengah.

Indeks S&P 500 naik 1,5% dan ditutup di level 7.601,41, hanya sedikit di bawah rekor tertinggi sepanjang masa. Sementara itu, Nasdaq Composite melonjak 2,1% dan berakhir pada 25.913,90, didorong oleh penguatan saham-saham sektor teknologi.

Dow Jones Industrial Average menguat 1,3%  ke 53.178,41, sekaligus mencatatkan penutupan tertinggi sepanjang masa untuk pertama kalinya sejak 6 Juli 2026.

Meski reli pasar dipicu oleh penurunan harga minyak dan meningkatnya optimisme investor, sejumlah analis mengingatkan bahwa prospek ekonomi Amerika Serikat masih dibayangi berbagai risiko.

“Meskipun harga minyak turun, reli terbaru Wall Street, dan investasi infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang kuat, ekonomi AS masih dikelilingi berbagai risiko yang dapat merembes ke pasar saham. Perang AS-Iran kini memasuki bulan keenam, harga rata-rata bensin kembali berada di atas US$ 4 per galon, dan inflasi tetap menjadi persoalan yang dirasakan setiap warga Amerika,” kata Yerbol Orynbayev, mantan Gubernur Bank Dunia untuk Kazakhstan, dikutip dari Investing.com, Selasa (4/8/2026).

Orynbayev mengatakan, sentimen positif yang mendorong penguatan pasar saat ini masih rentan berubah apabila konflik geopolitik kembali memanas atau tekanan inflasi meningkat. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi investor terhadap kebijakan suku bunga serta prospek pertumbuhan ekonomi AS, pada beberapa bulan mendatang.

Sentimen positif di Wall Street dipicu oleh melemahnya harga minyak mentah Brent yang turun 4,7% menjadi US$ 83,77 per barel. Penurunan harga minyak mengurangi kekhawatiran bahwa kenaikan biaya energi akan mendorong inflasi lebih tinggi dan mempersulit langkah bank sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Harga minyak bergerak turun setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan telah memutuskan untuk menunda rencana serangan baru terhadap Iran. Menurut Trump, keputusan tersebut diambil setelah menerima masukan dari sejumlah sekutu AS di kawasan Teluk yang mendorong agar upaya diplomasi diberi kesempatan.

Meredanya kekhawatiran terhadap potensi eskalasi konflik di Timur Tengah turut meningkatkan optimisme investor, yang kembali memburu aset berisiko dan mendorong indeks-indeks utama Wall Street menguat mendekati level tertinggi sepanjang sejarah. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

KPK Soroti Risiko Gratifikasi di Ditjen Pajak: Bisa Buka Celah Manipulasi Pajak

BRIEF.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti dampak dugaan...

KPK Ungkap Modus Sponsorship Fashion Show Anak Eks Pejabat Pajak Tersangka Kasus Gratifikasi

BRIEF.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan penggunaan...

KPK Tahan Eks Pejabat Pajak Tersangka Kasus Gratifikasi Rp20,7 Miliar

BRIEF.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan pejabat...

DPR Desak Audit Forensik KSP Mekarsari, Ungkap Aliran Dana Rp600 Miliar

BRIEF.ID - Dugaan persoalan di Koperasi Simpan Pinjam (KSP)...