BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/8/2026) diprediksi berpotensi rebound setelah sentimen global menunjukkan perbaikan.
Penguatan bursa saham Amerika Serikat (AS) yang mendekati rekor tertinggi dan penurunan harga minyak dunia menjadi katalis positif bagi pergerakan pasar saham di kawasan, termasuk Indonesia.
Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan IHSG akan bergerak pada resistance 6.300, pivot 6.230, dan support 6.180. Saham-saham yang direkomendasikan untuk dicermati adalah ICBP, MAPA, MEDC, ELSA, dan ASII.
“Diperkirakan IHSG masih berpotensi rebound dan menguji resistance di level 6.250-6.300,” demikian disebutkan dalam riset Phintraco Sekuritas.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah tipis di level 6.234,50 atau turun 0,03%) pada perdagangan Senin (3/8/2026) setelah sempat bergerak fluktuatif.
Secara teknikal, Stochastic RSI mengalami reversal di area pivot dan histogram MACD masih bertahan di area positif. Indeks PMI Manufacturing membaik di level 50,2 di Juli 2026 dari 46,9 pada Juni 2026, sekaligus menandai pada level tertinggi sejak Februari 2026.
Output produksi mengalami kenaikan setelah selama empat bulan berturut-turut melemah, meskipun kenaikannya relatif kecil. Neraca perdagangan masih mencatatkan defisit US$ 0,45 miliar pada Juni 2026, namun membaik dibandingkan defisit US$ 1,61 miliar di Mei 2026.
Ekspor tumbuh 8,84% YoY pada Juni 2026, membaik dari penurunan 5,73% YoY di Mei 2026, namun impor meningkat 34,27% YoY dari 22,16% YoY.
Laju inflasi melambat menjadi 2,88% YoY di Juli 2026 dari 3,34% YoY pada Juni 2026, akibat deflasi 0,14% MoM di Juli 2026. Deflasi ini disebabkan adanya panen raya sehingga mendorong penurunan harga pada kelompok makanan, minum dan tembakau.
Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi pada Agustus, berpotensi akan mendorong laju inflasi lebih landai. (nov)


