BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tertekan ke zona merah pada perdagangan Rabu (9/9/2026), imbas lonjakan harga minyak dunia.
Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, IHSG terpantau melemah 0,58% atau 38,94 poin ke level 6.647. Sebelumnya di awal perdagangan, IHSG dibuka menguat 0,22% atau 14,40 poin ake posisi 6.700.
Selama tiga jam berlangsungnya sesi I perdagangan, yang berakhir pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG bergerak fluktuatif dan berakhir tertekan ke zona merah dengan menyentuh level tertinggi di 6.707, dan level terendah di 6.642.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 355 saham turun harga, 268 saham naik harga, dan 168 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang diperdagangkan sepanjang sesi I perdagangan hari ini mencapai 21,61 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.306.821, dan nilai transaksi sebesar Rp8,320 triliun.
Faktor luar negeri menjadi sentimen bagi IHSG, seiring lonjakan harga minyak dunia, setelah konflik Timur Tengah kembali memanas. Pasukan militer Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali saling serang, sehingga membuat jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali terganggu.
Harga minyak dunia jenis Brent yang menjadi acuan global menguat lebih dari 2% ke level US$ 99,39 per barel, pada Selasa (8/9/2026). Lonjakan harga minyak dunia yang kembali mendekati level US$100 per barel membuat investor khawatir, sehingga mengamankan portofolio investasi ke aset yang lebih aman, seperti pasar obligasi.
Tekanan terhadap IHSG terutama dipicu aksi jual investor terhadap saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).
Harga saham BBCA terkoreksi 2,25% atau Rp150 menjadi Rp6.525 per lembar, ASII melemah 1,01% atau Rp50 menjadi Rp4.880 per lembar, dan SMGR jatuh 1,14% atau Rp20 menjadi Rp1,740 per lembar.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi menguat terbatas, dan bergerak di kisaran level support 6.600 hingga level resistance 6.700. (Jea)


