BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpuruk ke zona merah, dengan lebih dari 500 saham turun harga pada sesi I perdagangan Selasa (22/9/2026).
Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, IHSG ditutup melemah 1,11% atau 71,160 poin ke level 6.313. Sebelumnya pada awal perdagangan, IHSG dibuka menguat 0,12% atau 7,61 ke posisi 6.392.
Sepanjang sesi I perdagangan, yang berakhir pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG lebih banyak bergerak di zona merah, dengan menyentuh level tertinggi di 6.423, dan level terendah di 6.277.
Data perdagangan BEI menunjukkan 513 saham turun harga, 147 saham naik harga, dan 128 saham lainnya tidak mengalami penurunan harga atau stagnan.
Terkoreksinya IHSG ke zona merah terutama dipengaruhi aksi jual investor terhadap saham-saham di sektor energi, keuangan, infrastruktur, dan properti.
Konflik Timur Tengah yang tak kunjung usai, dan kembali memanasnya ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina, membuat harga minyak dunia tetap tinggi.
Hal itu, membuat kekhawatiran investor terhadap lonjakan inflasi akibat kenaikan harga energi atau bahan bakar semakin meningkat. sehingga saham-saham sektor energi pun mengalami tekanan jual.
Selain itu, investor juga mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG-BI) yang berlangsung pada 22-23 September 2026, terutama terkait suku bunga acuan atau BI-Rate.
Konsensus pasar memperkirakan RDG-BI kemungkinan akan tetap mempertahankan BI-Rate, meskipun ada ancaman lonjakan inflasi global.
Padahal negara-negara maju telah memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (Bps) untuk mengendalikan lonjakan inflasi. Adapun bank sentral yang telah menaikkan suku bunga, antara lain (The Fed) di AS, Bank of Japan (BoJ), hingga European Central Bank (ECB) telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (Bps).
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi cenderung melemah terbatas, dan bergerak di kisaran level support 6.250, hingga level resistance 6.450. (Jea)


