IHSG Terhempas ke level 5.100, Saham-Saham BUMN Ramai Dilepas

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terhempas ke level 5.100 pada perdagangan Rabu (28/10/2026), seiring saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ramai dilepas investor.

Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, IHSG ditutup terkoreksi 1,65% atau 87,06 poin ke level 5.179. Sebelumnya di awal perdagangan IHSG dibuka terkoreksi 0,32% atau 17,06 poin  ke posisi 5.249.

Sepanjang sesi I perdagangan yang berkahir puluk 12:00 waktu JATS, IHSG bergerak di zona merah dengan menyentuh level tertinggi di 5.256, dan level terendah di 5.167.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 553 saham turun harga, 131 saham naik harga, dan 104 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Volume saham yang ditransaksikan mencapai 16,620 milia rlembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 921.678 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp7,4 triliun.

Pelemahan IHSG masih dipicu berlanjutnya arus modal keluar seiring tekanan jual yang dilancarkan investor seiring usulan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market ke standalone market.

Hari ini, saham-saham BUMN terpantau mengalami tekanan jual cukup tinggi, antara lain PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRTI).

Harga saham SMGR merosot 5,05% atau Rp75 menjadi Rp1.410 per lembar, TLKM anjlok 3,74% atau Rp80 menjadi Rp2.060 per lembar, dan BMRI terpangkas 2,07% atau Rp80 menjadi Rp3.790 per lembar.

Sentimen negatif juga datang dari tekanan jual obligasi pemerintah, yang mengerek imbal hasil (yield) naik tajam. Yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun yang menjadi acuan naik menjadi 7,55%, tertinggi dalam 4 tahun terakhir.

Hal itu, membuat hasil lelang SUN yang dilakukan pemerintah hanya mengantongi Rp20,65 triliun, atau di bawah target indikatif Rp30 triliun.

Penurunan dana yang dihimpun dari lelang SUN terjadi seiring penawaran yang menyusut sebesar 52,05% menjadi Rp31,09 triliun, dari Rp64,86 triliun pada lelang SUN sebelumnya.

Capital otflow juga mengalir deras dari pasar keuangan Indonesia, karena investor cenderung mengalihkan modal ke aset berdenominasi dolar AS, menyikapi konflik Timur Tengah yang masih memanas.

Harga minyak dunia yang tinggi, membuat pelaku pasar memprediksi akan terjadi lonjakan inflasi global di triwulan akhir pada tahun ini, sehingga bak sentral di berbagai negara cenderung memperketat kebijakan moneter termasuk menaikkan suku bunga acuan.

Meski demikian, pelaku pasar bersikap wait and see dengan hasil rapat FOMC Federal Reserve (The Fed), terutama terkait posisi suku bunga acuan atau Fed Funds Rate (FFR), yang akan diumumkan hari ini, atau Kamis (29/10/2026) dinihari WIB.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi cenderung melemah dan bergerak di kisaran level support 5.150 hingga level resistance 5.250. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Rupiah Melemah Imbas Tekanan Jual di Pasar Surat Utang dan Saham

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah melemah terhadap dolar...

Harga Emas Antam Naik Rp20.000, The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Tokoh Lintas Agama dan Masyarakat Sipil Gelar Doa Bersama untuk Pemulihan Bangsa Serta Kelestarian Lingkungan

BRIEF.ID - Sejumlah tokoh lintas agama, organisasi keagamaan, dan...

Saham Nvidia dan Broadcom Menguat, GM Naik 5,5%

BRIEF.ID - Saham sejumlah perusahaan teknologi dan industri otomotif...