BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026), meski dibayangi tekanan rupiah dan kebuntuan penyelesaian konflik Timur Tengah.
Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka menguat 0,41% atau 29,01 poin ke level 7.158. Selanjutnya IHSG sempat melesatr 1,4% hingga menyentuh level 7.230.
Penguatan IHSG perlahan menipis, bahkan sempat berbalik tertekan ke zona merah dan menyentuh level terendah di 7.115. Meski demikian, hingga pukul 13:00, IHSG terpantau kembali ke zona hijau dan berada di level 7.175.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 449 saham naik harga, 241 saham turun harga, dan 127 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Volume saham yang ditransaksikan terpantau mencapai 22,209 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,413.386 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp10,363 triliun.
Analis menilai penguatan IHSG terjadi seiring proses rebalancing, yang menegaskan penentuan indeks di BEI tidak semata berbasis kapitalisasi pasar, melainkan lebih menitikberatkan pada likuiditas, free float, dan kualitas distribusi kepemilikan saham.
Selain itu, IHSG juga ditopang aksi beli investor asing, yang diam-diam mengoleksi saham-saham unggulan dan berkapitalisasi besar, saat harganya anjlok.
Saham-saham Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi incaran investor asing, antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Saham BBRI cukup aktif ditransaksikan pada perdagangan hari ini, hingga harganya naik 0,33% atau Rp10 menjadi Rp3.080 per lembar. Sedangkan saham BBNI yang sempat dikoleksi asing secara besar-besaran pada pekan lalu, sedikit mengalami koreksi sebesar 0,27% atau Rp10 menjadi Rp3.760 per lembar.
Meski bergerak menguat, IHSG diprediksi rawan terkoreksi seiring perkembangan konflik Timur Tengah, yang menyebabkan harga minyak dunia, dan indeks dolar AS melonjak.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas di kisaran level support 7.100 hingga level resistance 7.250. (jea)


