IHSG Melesat Tembus Level 6.000, Arus Capital Inflow Kembali ke Pasar Modal Indonesia

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) melesat hingga menembus level 6.000 pada sesi I perdagangan saham hari ini, Jumat (12/6/2026), seiring arus modal masuk (capital inflow) kembali masuk ke pasar modal Indonesia.

Pada awal sesi I perdagangan saham, IHSG dibuka menguat 1,26% atau 74,38 poin ke level 5.960. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,70% atau 9,97 poin ke posisi 596,81.

Penguatan IHSG terus berlanjut seiring aksi borong yang dilakukan investor terhadap saham-saham unggulan, baik di lapis blue chips maupun second liner.

Hingga akhir sesi I perdagangan saham pada pukul 12:00 waktu JATS (Jakarta Automatic Trading System), IHSG terpantau ditutup melesat 2,68% atau 157,51 poin ke level 6.043.

Selama 3 jam perdagangan berlangsung, IHSG terus bergerak di zona hijau, dengan menyentuh level tertinggi di 6.057, dan level terendah di 5.952.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 610 saham naik harga, 101 saham turun harga, dan 100 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Adapun volume saham yang ditransaksikan mencapai 21,563 miliar lembar, dengan frekuensi sebanyak 1.364.802 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp11m849 triliun.

Saham-saham unggulan yang menjadi incaran investor, sehingga mengalami kenaikan harga cukup besar dan menopang penguatan IHSG, antara lain saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Harga saham BBCA terpantau melonjak 4,29% atau Rp20 menjadi Rp6.075 per lembar, sedangkan BBNI melesat 4,00% atau Rp140 ke level Rp3.640 per lembar.

Penguatan IHSG hari ini, ditopang sentimen dari dalam dan luar negeri, yang mendorong investor asing kembali masuk, ditandai dengan arus modal masuk (capital inflow) ke pasar keuangan domestik.

Sentimen positif dari dalam negeri datang seiring keputusan pemerintah melakukan pengurangan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai dapat mengurangi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selain itu, keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (Bps) menjadi 5,5%, juga sejumlah insetif moneter bagi investor asing juga mendorong arus modal ke pasar saham dan pasar surat utang Negara (SUN).

Sinyal kembalinya kepercayaan asing ke pasar domestik, juga ditandai dengan tingginya permintaan terhadap Surat Utang Negara (SUN), terutama di tenor 10 tahun dan 11 tahun.

Hal itu, terlihat dari penurunan imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun sebesar 2,2 Bps menjadi 7,42%, dan tenor SUN 11 tahun turun 12,3 Bps menjadi 7,4%.

Sementara sentimen positif dari luar negeri datang seiring kabar tercapainya kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri konflik Timur Tengah segera tercapai.

Presiden AS, Donald Trump, dalam keterangan kepada pers di Oval Office, Gedung Putih, Kamis (11/6/2026), menyampaikan kesepakatan perdamaian dengan Iran diperkirakan akan ditandatangani di Eropa setelah seluruh dokumen rampung.

Menurut Trump, Wakil Presiden AS, JD Vance, dan pemimpin tinggi Iran akan hadir untuk menandatangani kesepakatan perdamaian tersebut.

Pernyataan Trump membuat harga minyak dunia langsung anjlok di bawah level US$90 per barel, begitu juga indeks dolar AS turun di bawah level 100.

Pada perdagangan hari ini, harga minyak dunia jenis Brent yang menjadi acuan global melemah 4,2% ke level US$ 89,15 per barel. Sedangkan harga minyak dunia jenis WTI turun 3,9% menjadi US$ 86,51 per barel.

Sedangkan indeks dolar AS terkoreksi 0,13% ke level 99,72, sejalan dengan terpangkasnya harga minyak mentah dunia jenis Brent sebesar 1,08% ke US$89,4 per barel. 

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi menguat dengan bergerak di level support 5.800 hingga level resistance 6.100. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Mata Uang Asia Diperdagangkan Beragam, Dolar AS Melemah

BRIEF.ID – Mata uang Asia diperdagangkan beragam pada Jumat...

Rupiah Menguat Uji Level Rp17.800 per Dolar AS, Sinyal Kepercayaan Asing Mulai Pulih

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat dan menguji...

Startup Robotik Tiongkok EngineAI Ajukan IPO di  Bursa Hong Kong  

BRIEF.ID – Startup robotik asal Tiongkok, EngineAI mengajukan permohonan...

Bursa Asia Menggeliat, Saham Teknologi Naik Tajam

BRIEF.ID – Saham-saham yang diperdagangkan di bursa Asia naik...