IHSG Melesat ke Level 7.600, Saham BBRI dan BRPT Ramai Doborong

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi I perdagangan hari ini, Selasa (14/4/2026), melesat ke level 7.600.

Saham-saham unggulan dan berkapitalisasi besar (big caps) ramai diborong sehingga penjadi pendongkrak IHSG, terutama saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka melesat 1,31% atau 98,61 poin ke level 7.598. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,35% atau 10,09 poin ke posisi 756,45.

IHSG terus melanjutkan penguatan hingga akhir sesi I perdagangan pada pukul 12:00 WIB, dengan mencatatkan kenaikan sebesar 2,14% atau 160,56 poin ke level 7.660.

Selama 3 jam perdagangan saham berlangsung, IHSG terpantau terus bergerak di zona hijau, sempat menyentuh level tertinggi di 7.686, dan level terendah di 7.592.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 513 saham naik harga, 131 saham turun harga, dan 173 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Adapun volume saham yang ditransaksikan mencapai 28,669 miliar lembar, dengan frekuensi sebanyak 1.848.488 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp13,600 triliun.

Penguatan IHSG dipicu aksi borong investor terhadap saham-saham big caps, terutama saham perbankan (big four), industri, dan energi, antara lain BBRI, BBCA, BRPT, dan BREN.

Di sektor perbankan, saham BBRI ramai diborong investor hingga mengalami kenaikan sebesar 2,97% atau Rp100 menjadi Rp3.47 per lembar. BBRI tercatat memberi kontribusi sebesar 14,7 poin untuk penguatan IHSG.

Sedangkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), juga memberi kontribusi sebesar 14,11 poin terhadap penguatan IHSG. Harga BBCA naik sebesar 1,90% atau Rp125 menjadi Rp6.700 per lembar.

Sementara saham BRPT terpantau naik sebesar 10,05% atau Rp220 menjadi Rp2.410 per lembar, dan memberi kontribusi bagi penguatan IHSG sebesar 10,17 poin.

Selanjutnya saham BREN, yang merupakan anak usaha BRPT, melesat 4,12% atau Rp250 menjadi Rp6.325 per lembar, dan memberi kontribusi sebesar 5,55% bagi penguatan IHSG.

Meski menguat, bursa saham masih rentan dengan perkembangan konflik Timur Tengah, terutama terkaity perebutan Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.

Sentimen positif yang mendongkrak pasar keuangan hari ini, datang dari penurunan harga minyak di bawah level US$100 per barel. Meski demikian, krisis energi masih menjadi ancaman dan menjadi sentimen negatif bagi kondisi perekonomian global.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG dipresiksi bergeak di zona hijau pada kisaran level support 7.590 hingga level resistance 7.700. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Rupiah Masih Melemah di Level Rp17.100 Dipicu Kekhawatiran Krisis Energi

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah masih melemah di...

Harga Emas Antam Meroket, Investor Cairkan Cuan

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Program Executive Training Tahun 2026, Wamenhan: Ruang Pembelajaran Strategis

BRIEF.ID - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto...

PYC Gandeng Kemhan dan RSIS Tingkatkan Kapasitas Kepemimpinan TNI

BRIEF.ID – Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) menggandeng Kementerian Pertahanan...