Investasi Kuartal I 2026 Diproyeksi Tembus Rp497 T, Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja

BRIEF.ID – Pemerintah memperkirakan aliran dana investasi yang masuk ke Indonesia sepanjang kuartal pertama tahun 2026 menunjukkan tren positif.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM memperkirakan nilai realisasi investasi mencapai sekitar Rp497 triliun atau meningkat hampir 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meski situasi global tengah bergejolak.

Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa angka tersebut masih menunggu finalisasi, namun optimisme tetap tinggi terhadap pencapaian target awal tahun.

“Kami masih menunggu hingga tanggal 15 untuk angka final. Namun dengan tren yang ada, Insya Allah target kuartal pertama sebesar Rp 497 triliun bisa tercapai, atau tumbuh sekitar 7 persen secara tahunan,” tuturnya di Jakarta, Selasa (14/4).

Capaian investasi tersebut dinilai juga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja. Rosan memperkirakan ada sekitar 627.000 lapangan kerja baru tercipta sepanjang Januari hingga Maret 2026.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 594.000 tenaga kerja dari investasi senilai Rp465 triliun.

“Penyerapan tenaga kerja juga diperkirakan mencapai 627.000 orang, meningkat sekitar 5,5 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” katanya.

Lebih lanjut, Rosan menjelaskan bahwa program hilirisasi masih menjadi tulang punggung pertumbuhan investasi nasional. Sektor ini berkontribusi sekitar 30 persen dari total investasi yang bakal masuk ke Indonesia.

“Kalau kita lihat, hilirisasi tetap menjadi salah satu kontributor terbesar, dengan porsi sekitar 30 persen dari keseluruhan investasi,” ujar Rosan.

Dari sisi lain, industri logam dasar menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi sekitar Rp67 triliun. Kemudian, disusul oleh sektor transportasi, pergudangan, dan logistik sebesar Rp54 triliun, pertambangan Rp51 triliun. Sektor jasa lainnya seperti pusat data mencatat Rp43triliun, sementara perumahan dan kawasan industri mencapai Rp36 triliun.

Kemudian, untuk wilayah, Jakarta masih menjadi magnet utama investasi dengan nilai sekitar Rp74 triliun. Diikuti Jawa Barat Rp72 triliun, Jawa Timur Rp38 triliun, Sulawesi Tengah Rp34 triliun, serta Banten Rp33 triliun.

Sementara itu, sumber investasi asing masih didominasi oleh negara-negara seperti Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

“Negara asal investasi asing masih didominasi Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan lainnya,” ujar Rosan.

Menurut Rosan, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia, Indonesia justru dinilai semakin menarik bagi investor global. Stabilitas politik dan keamanan menjadi faktor utama yang meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia.

“Indonesia semakin menarik karena kita mampu menjaga stabilitas, baik secara politik maupun keamanan, serta iklim investasi yang tetap kondusif,” tutur Rosan.

Ia juga menekankan bahwa meningkatnya minat investor tidak lepas dari peran diplomasi ekonomi yang aktif dijalankan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam berbagai kunjungan luar negeri, termasuk ke Korea Selatan dan Jepang, Presiden kerap berdialog langsung dengan pelaku usaha.

Menurut Rosan, pendekatan terbuka yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto saat menjelaskan kondisi ekonomi nasional turut meningkatkan keyakinan investor terhadap Indonesia.

“Hal ini memberikan keyakinan kepada investor bahwa Presiden memahami kondisi geopolitik dan ekonomi, serta langkah strategis yang telah dan akan diambil,” tutup Rosan. (AYB)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

KKP Perkuat Ketertelusuran Produk Ekspor Perikanan secara Digital

BRIEF.ID - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membeberkan pasar...

PLN Pasok Listrik 250 MVA ke IKPP, Dorong Ekspansi Industri Kertas Nasional

BRIEF.ID - PT PLN (Persero) kembali memperkuat perannya dalam...

IHSG Melesat ke Level 7.600, Saham BBRI dan BRPT Ramai Doborong

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rupiah Masih Melemah di Level Rp17.100 Dipicu Kekhawatiran Krisis Energi

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah masih melemah di...