BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (13/10/2026), bahkan sempat terhempas ke level 5.800.
Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, IHSG terpantau turun0,42% atau 24,68 poin ke level 5.911. Sebelumnya pada awal perdagangan, IHSG dibuka melemah 0,36% atau 21,17 poin ke posisi 5.914.
Sepanjang sesi I perdagangan yang berkahir pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG terpantau bergerak di zona merah, dengan menyentuh level terendah di 5.828, dan level tertinggi di 5.927.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 328 saham turun harga, 315 saham naik harga, dan 148 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan mencapai 24,672 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 943.835 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp6,275 triliun.
Pelemahan IHSG dipengaruhi tekanan eksternal, seiring lonjakan harga minyak dunia, akibat eskalasi konflik Timur Tengah, pascaaksi saling serang antara militer Arab Saudi dan kelompok militan Houthi Yaman.
Hal itu memicu kekhawatiran terkait krisis energi global, sehingga harga minyak dunia melonjak. Kontrak berjangka untuk harga minyak dunia jenis Brent naik 1,84% menjadi US$106,65 per barel pada penutupan kemarin.
Sedangkan kontrak berjangka untuk harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik 2,06% ke level US$93,74 per barel.
Kondisi tersebut, juga diperkirakan akan memicu inflasi tinggi, sehingga bank-bank sentral akan memperketat kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga.
Pelaku pasar cenderung menerapkan mode wait and see (menunggu) data inflasi AS yang akan dirilis Rabu (14/10/2026). Konsensus pasar memperkirakan inflasi AS secara bulanan atau month-to-month (mtm) naik sebesar 0,6% per Setember 2026 dibandingkan 0,3% per Agustus 2026.
Sementara secara tahunan atau year-on-year (yoy), pelaku pasar memberkirakan inflasi AS meningkat menjadi 3,7% per September 2026 dibandingkan 3,4% per Agustus 2026.
Dari dalam negeri, sentimen negatif datang seiring rumor sanksi denda dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap sejumlah emiten (perusahaan tercatat) terkait transparansi kepemilikan saham dan likuiditas harga saham.
Saham-saham unggulan dan berkapitalisasi besar mengalami tekanan jual, antara lain PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).
Harga saham TLMK terpantau terkoreksi 2,19% atau Rp50 menjadi Rp2.230 per lembar, ASII melemah 1,66% atau Rp80 menjadi Rp4.730 per lembar, dan JSMR terkoreksi 2,36% atau Rp60 menjadi Rp2.480 per lembar.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi masih tertekan di zona merah, dengan bergerak di kisaran level support 5.800 hingga level resistance 5.950. (Jea)


