BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (25/6/2026) ditutup menguat 115,16 poin atau 1,96% ke level 5.999. Semua sektor menghiijau.
Sebanyak 220 juta lot saham diperdagangkan dan membukukan nilai transaksi sebesar Rp 13,32 triliun.
Saham top gainers LQ45 di antaranya, TOWR, JPFA, MDKA, ASII, WIFI, AMRT, dan BRPT. Sebaliknya, saham-saham top losers LQ45 yaitu ADMR, PTBA, HRTA, INCO, AMMN, INDF, dan ANTM.
Sektor infrastruktur masih menjadi yang terkuat, yang ditutup naik 3,81%. Penguatan ini ditopang saham-saham seperti JSMR, CASS, PGAS, SMDR, EXCL, dan TBIG.
Berlanjutnya koreksi harga minyak mentah mendekati level US$ 70 per barel untuk jenis Brent, pada Kamis (25/6/2026), menjadi salah satu faktor positif, karena level harga tersebut sudah mendekati harga asumsi minyak di APBN 2026.
Penurunan harga minyak mengurangi tekanan pada pelebaran defisit APBN 2026, yang selama ini merupakan salah satu kekhawatiran investor. Selain itu, turunnya harga minyak juga diharapkan dapat meredam laju inflasi lebih lanjut, sehingga daya beli masyarakat dapat terjaga.
Di sisi lain, adanya berita bahwa Pemerintah kembali mempertimbangkan pemangkasan tambahan sebesar Rp50 triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), juga direspon positif oleh investor.
Rupiah ditutup menguat 0,05% di level Rp17.943 per Dolar AS, seiring dengan penguatan mata uang di Asia karena koreksi Dolar AS akibat turunnya harga minyak yang mengurangi kekhawatiran akan kenaikan suku bunga The Fed yang lebih tinggi.
Pada perdagangan akhir pekan, Jumat (26/6/2026), diperkirakan IHSG akan bergerak sideways di kisaran 5.850-6.100. (nov)


