IHSG Ditutup Menguat, Lampaui Kinerja Bursa Asia

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/4/2026) berada di level 7.500 atau naik   0,56% ke 7.500. Penguatan ini  menunjukkan kekuatan pasar domestic disaat  tekanan global masih tinggi.

Dikutip dari laporan D’Origin Interactive News, Selasa (14/4/2026),  lonjakan sektor energi mencapai  2,64%, yang  dipicu kenaikan harga minyak global, dimana saham MEDC dan INDY memimpin penguatan. Di sisi lain, bursa Asia dan Eropa cenderung turun akibat kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah.

Di lantai bursa dalam negeri, dilaporkan bahwa sebanyak 420,1 juta lot saham yang diperdagangkan membukukan nilai transaksi Rp19,74 triliun.

Saham top gainers LQ45 adalah BRPT, MEDC, EMTK, BREN, AKRA, ADMR, AADI.  Saham top losers LQ45: NCKL, MDKA, CPIN, CTRA, ICBP, MBMA, ASII.  Saham-saham sektor energi  melejit naik terkuat sebesar 2,64%, di antaranya MEDC yang naik  6,11%, ELSA sebanyak 3,62%, INDY +2,43%, ADRO +1,64%, PGEO +1,43%, dan PTBA +1,04%.

Sementara itu, sektor keuangan menjadi yang paling  lemah alias   drop  1,31%. Saham-saham sektor keuangan  yang melorot adalah BBCA yaitu sebesar  1,87%, MEGA -1,69%, BMRI -1,50%, BBNI -1,34%, BBTN -1,16%, dan BBRI -0,59%. 

Bursa Asia

Pasar saham Asia loyo pada perdagangan hari Senin (13/4/2026) sore karena investor mempertimbangkan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran setelah pembicaraan antara Washington dan Teheran gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Kegagalan  negosiasi  selama akhir pekan di Islamabad, Pakistan kembali memicu kekhawatiran bahwa perang AS-Iran akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan, yang menyebabkan kenaikan harga minyak dan terus membebani perekonomian di seluruh dunia.

Harian Wall Street Journal memberitakan, Presiden AS Donald Trump dilaporkan mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara terhadap Iran. Pekan lalu, Trump menyetujui gencatan senjata selama dua minggu pada hari Selasa sebagai imbalan atas izin Teheran agar kapal-kapal dapat melewati selat tersebut. Sebelumnya, ia mengancam akan membom setiap jembatan dan pembangkit listrik di Iran.

“Pertanyaan kunci yang tersisa adalah apakah AS akan memperbarui serangan terhadap Iran, meningkatkan risiko serangan terhadap infrastruktur energi di seluruh wilayah yang dapat memiliki dampak jangka panjang lebih lanjut di luar durasi perang,” kata analis MST Marquee, Saul Kavonic seperti dikutip Reuters.

Langkah AS yang bertujuan untuk menekan Teheran, membuat gencatan senjata yang rapuh tetap dalam keadaan genting. Tidak ada akhir yang terlihat terkait suplai energi dari Timur Tengah – meskipun suasana di lantai perdagangan cenderung berharap akan adanya resolusi.

Russel Chesler, kepala investasi dan pasar modal di VanEck di Sydney menilai ada kekhawatiran yang meningkat tentang inflasi, yang akan semakin intensif semakin lama guncangan harga minyak berlangsung.

“Bahkan jika Selat Hormuz dibuka kembali, aliran minyak akan cukup lambat sehingga kita akan terjebak dengan harga tinggi untuk beberapa waktu,” katanya.

Dengan kekhawatiran inflasi yang kembali muncul, investor kini bersiap menghadapi bank sentral, seperti Bank Sentral Eropa dan Bank of England, yang cenderung menaikkan suku bunga.

Prospeknya sangat rapuh di Jepang, di mana para pedagang memperkirakan suku bunga akan terus naik dalam jangka menengah.

Indeks Saham Asia

Nikkei225 (Jepang) turun  0,74% ke 56.502

Topix (Jepang) -0,45% ke 3.723

Indeks Shanghai (Tiongkok) +0,06% ke 3.988

Indeks Shenzhen Component (Tiongkok) +0,69% ke 14.407

CSI 300 (Tiongkok) +0,21% ke 4.646

Hang Seng (Hong Kong) -0,90% ke 25.660

Indeks Kospi (Korea Selatan) -0,86% ke 5.808

Taiex (Taiwan) +0,11% ke 35.457

S&P/ASX200 (Australia) -0,39% ke 8.926

Mata Uang Asia

Yen turun  0,26% menjadi 159,68 per Dolar AS

SGD melemah 0,15% menjadi 1,2756 per Dolar AS                                                                               

AUD drop 0,17% ke posisi 0,7052 per Dolar AS

Rupiah turun 0,01% menjadi 17.105 per Dolar AS

Rupee down 0,68% ke 93,3663 per Dolar AS

Yuan melorot 0,07% ke 6,8340 per Dolar AS                                                                       

Ringgit drop 0,21% ke 3,9735 per Dolar AS

Baht drop 0,60% ke 32,2280 per Dolar AS

Bursa Eropa

Laporan D’Origin Interactive News  menyatakan bahwa pasar saham Eropa memulai perdagangan awal pekan dengan catatan suram karena para pedagang global menilai perkembangan di Timur Tengah selama akhir pekan.

Indeks Pan Eropa, Stoxx 600 melorot 0,7% setelah bel perdagangan. Semua bursa utama mengalami penurunan dan sebagian besar sektor, kecuali minyak dan gas, berada di zona merah.

Indeks CAC 40 Prancis -1,00%. Indeks FTSE 100 Inggris -0,89%. Begitu pula dengan Indeks DAX Jerman -0,92% serta Indeks FTSE MIB Italia -0,88%.

Saham-saham sektor perjalanan dan rekreasi termasuk yang paling terpukul, turun hampir 2,1%. Saham maskapai penerbangan Wizz Air, EasyJet, Lufthansa turun masing-masing 6,9, 3,8, dan 3,9. Penurunan itu seiring kekhawatiran pasokan avtur ke bandara-bandara di Eropa. (nov)  

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pembukaan Piala Dunia FIFA 2026 Disemarakkan Penyanyi Shakira dan Burna Boy

BRIEF.ID – Penyanyi asal Kolombia Shakira dan penyanyi Nigeria...

Kepercayaan Investor Terkoyak, IHSG dan Rupiah Terjun Bebas

BRIEF.ID – Pasar keuangan pada dasarnya mengukur satu hal,...

Awan Kelabu Selubungi Wall Street, Indeks Nasdaq Anjlok Hingga 4%  

BRIEF.ID – Awan kelabu menyelubungi Bursa Wall Street, New...

IHSG Lanjutkan Tren Melemah, BBCA dan BBNI Jadi Pemberat

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...