BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/7/2026) ditutup melemah 113,12 poin atau 1,89% ke level 5.873,37. Serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran berdampak langsung pada stabilitas pasar keuangan domestik.
Koreksi IHSG, antara lain disebabkan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyusul serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Situasi ini berdampak langsung pada stabilitas pasar keuangan di dalam negeri dan memicu kenaikan harga minyak mentah hampir 6%.
IHSG tertekan cukup signifikan menyusul gelombang profit taking setelah IHSG membukukan kenaikan selama lima hari berturut-turut. Selain itu, S&P DJI mengumumkan hasil evaluasi yang menempatkan Indonesia dalam status pemantauan sehingga berpotensi diturunkan dari kelompok emerging market menjadi frontier market.
Dengan perkembangan tersebut, IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji area support di kisaran 5.800-5.745, pada perdagangan Kamis (9/7/2026). (nov)


