IHSG Ditutup Jatuh 1,22%, Saham DSSA, BREN, dan CUAN Masih Terus Dilepas

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup jatuh pada 1,22%. Saham 3 emiten yang dijatuhi sanksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga masih terus dilepas investor.

Pada akhir perdagangan hari ini, IHSG ditutup jatuh 66,16 poin atau 1,22% ke level 5.373. Sebelumnya pada awal perdagangan, IHSG dibuka menguat tipis 0,06% atau 3,04 poin ke posisi 5.442.

Sepanjang perdagangan awal pekan, IHSG lebih banyak bergerak di zona merah dengan menyentuh level tertinggi di 5.453, dan level terendah di 5.349.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 520 saham turun harga, 161 saham naik harga, dan 112 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Volume saham yang ditransaksikan sepanjang perdagangan hari ini mencapai 36,964 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.807.258 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp14,997 triliun.

Tekanan jual masih dilancarkan investor termasuk untuk saham-saham berkapitalisasi besar (big caps). Sementara saham 3 emiten yang dijatuhi sanksi OJK masih tertekan ke merah.

Ketiga saham tersebut adalah saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). BREN dan CUAN merupakan emiten yang dimiliki konglomerat Prajogo Pangestu.

Harga saham DSSA merosot 4,52% atau Rp35 menjadi Rp740 per lembar, BREN terkoreksi 2,52% atau Rp60 menjaid Rp2.320 per lembar, dan CUAN anjlok 5,49% atau Rp28 menjadi Rp482%.

Pelemahan IHSG dipengaruhi tekanan eksternal dan domestik. Dari eksternal, tingginya harga minyak dunia seiring memanasnya konflik antara kelompok militan Houthi Yaman menekan pasar keuangan global.

Selain itu, investor juga mencermati arah kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) dalam Rapat FOMC yang akan berlangsung pada 27-28 Oktober 2026.

Tingginya harga minyak membuat pelaku pasar memprediksi ada peluang bagi The Fed untuk menaikan suku bunga acuan atau Fed Funds Rate (FFR).

Sementara dari dalam negeri, arus modal keluar atau capital outflow dari pasar keuangan Indonesia masih membebani IHSG, begitu juga nilai tukar rupiah, dan pasar surat utang.

Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, kurs rupiah ditutup melemah 0,26% atau 47 poin menjadi Rp18.116 per dolar AS.

Sedangkan di pasar spot, nilai tukar rupiah pada akhir perdagangan hari ini ditutup melemah 0,30% atau 55 poin ke level Rp18.135 per dolar AS.

Imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) juga mencatat kenaikan di sebagian besar tenor, terutama jangka pendek. Tenor 1 tahun naik 1,4 bps menjadi 6,79%, disusul tenor 2 tahun naik 2,8 bps menjadi 6,92%, dan tenor 3 tahun naik 1,5 bps jadi 7,09%.

Sementara SUN tenor 10 tahun yang menjadi acuan, juga naik 1,3 bps ke 7,46%. Bahkan yield tSUN enor 9 tahun berada di 7,5% setelah naik 2,4 bps. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Dampak Ekonomi Konser Kanye West dan Jakarta Running Festival Tembus Rp625 Miliar

BRIEF.ID - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan dampak...

Program 3 Juta Rumah: Pemerintah Bebaskan BPHTB dan PBG bagi MBR

BRIEF.ID – Pemerintah bakal memberikan pembebasan Bea Perolehan Hak...

Diskon Tiket Pesawat, Kereta, Kapal Nataru 2026/2027: Ini Jadwal dan Besarannya

BRIEF.ID – Pemerintah menyiapkan diskon tiket pesawat, kereta api,...

Fitch Ratings Sesuaikan Peringkat Obligasi Pos Indonesia, Restrukturisasi Keuangan Dikebut

BRIEF.ID – PT Pos Indonesia (Persero) atau PosIND mempercepat...