BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (3/7/2026) diprediksi akan menguat terbatas seiring membaiknya isu di dalam negeri.
Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan, IHSG akan bergerak pada resistance 5.900, pivot 5.800, support 5.700. Ada pun saham-saham yang diunggulkan adalah ANTM, BBCA, BMRI, TPIA, dan INDF.
“IHSG berpeluang konsolidasi di rentang level 5.700-5.800 pada perdagangan, Jumat (3/7/2026),” demikian disebutkan dalam riset Phintraco Sekuritas.
Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,87% ke level 5.744.56 pada perdagangan Kamis (2/7), di tengah pelemahan nilai tukar Rupiah ke level Rp 17.988 per Dolar AS. Dari sisi teknikal, penguatan IHSG tertahan di MA5 pada kisaran level 5.760.
Sementara itu, indikator MACD menunjukkan penguatan histogram positif diiringi potensi Death Cross pada Stochastic RSI di oversold area.
Saat ini, Pemerintah sedang menyiapkan berbagai fasilitas yang dapat menarik investor berinvestasi di Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Fasilitas yang ditawarkan mencakup kemudahan keimigrasian, ketenagakerjaan, residensi, perizinan, dan perpajakan. Dana kelolaan PFII diharapkan menjadi sumber pembiayaan sejumlah proyek di dalam negeri, termasuk dari Danantara.
Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menjalankan mandat baru untuk mengawasi bursa mineral dan komoditas strategis mulai 1 Januari 2027. Kewenangan itu merupakan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 (UU P2SK), yang memperluas ruang lingkup pengawasan OJK.
Regulasi baru membawa sejumlah perubahan signifikan, termasuk penambahan tugas dan kewenangan di sektor jasa keuangan. OJK juga memperoleh sejumlah kewenangan baru, diantaranya pengawasan terhadap pengelolaan dana publik, termasuk Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), serta pengaturan mengenai penyisihan kekayaan aset kripto. (nov)


