BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/10/2026). Pergerakan indeks akan dipengaruhi oleh stabilitas nilai tukar Rupiah, arus modal asing, dan perkembangan kebijakan moneter global.
Pada perdagangan Senin (26/10/2026), IHSG ditutup melemah 1,22% ke level 5.373,09. Pelemahan ini mencerminkan tekanan di pasar saham di tengah ketidakpastian global dan kekhawatiran investor terhadap prospek perekonomian.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 5.308 – 5.450. Area support terdekat berada di level 5.308–5.350, sedangkan resistance berada di kisaran 5.390–5.450.
Apabila mampu bertahan di atas area support dan mendapatkan dorongan beli, IHSG berpeluang mengalami penguatan teknikal untuk menguji level resistance. Sebaliknya, tekanan jual yang berlanjut berpotensi membawa indeks bergerak menuju area support berikutnya.
Dari sisi eksternal, investor mencermati pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 27–28 Oktober 2026. Arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), menjadi perhatian karena dapat mempengaruhi pergerakan Dolar AS, imbal hasil (yield) obligasi, dan aliran modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Di dalam negeri, pergerakan Rupiah masih menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi sentimen pasar. Pelemahan mata uang domestik berpotensi meningkatkan biaya impor dan tekanan inflasi, sekaligus mempersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter Bank Indonesia (BI).
Investor juga akan mencermati langkah BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar serta perkembangan arus modal asing. Kombinasi faktor tersebut diperkirakan memengaruhi minat investor terhadap saham-saham berkapitalisasi besar maupun sektor yang sensitif terhadap perubahan suku bunga.
Di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dapat menjadi perhatian pelaku pasar. Namun, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan perkembangan harga, volume transaksi, dan fundamental masing-masing emiten.
“Arah IHSG pada perdagangan Selasa akan bergantung pada kemampuan indeks mempertahankan area support serta perkembangan sentimen global dan domestik. Investor diharapkan tetap selektif dan memperhatikan risiko sebelum mengambil keputusan investasi,” demikian riset Phintraco Sekuritas. (nov)


