BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (7/9/2026), diperkirakan cenderung bergerak sideways di kisaran 6.500-6.750 sepanjang pekan ini.
Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan, IHSG akan bergerak dengan level resistance 6.750, pivot 6.650, dan support 6.500. Saham yang diunggulkan antara lain JPFA, INET, PTRO, CUAN, dan EMAS.
Dari eksternal, bursa saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (4/9/2026). Data nonfarm payrolls yang lebih tinggi dari estimasi meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada 16 September 2026.
Nonfarm payrolls tercatat sebanyak 162.000 pada Agustus 2026, jauh di atas perkiraan 53.000. Sementara itu, tingkat pengangguran stabil di level 4,1%.
Respons pasar terlihat dari kenaikan imbal hasil US Treasury. Yield obligasi tenor 2 tahun yang sensitif terhadap kebijakan suku bunga mencapai level tertinggi sejak Januari 2025, yakni 4,377%. Sementara itu, yield US Treasury tenor 10 tahun naik lebih dari 2 basis poin menjadi 4,784%.
Harga emas spot melemah 2,2% menjadi US$4.376 per troy ounce pada Jumat (4/9/2026). Sebaliknya, harga minyak menguat tipis di tengah kembali terjadinya aksi militer AS-Iran.
Bursa saham AS tutup pada Senin (7/9/2026) karena libur Hari Buruh. Selanjutnya, investor akan mencermati data inflasi AS Agustus 2026 yang dijadwalkan dirilis Jumat (11/9/2026). Inflasi diperkirakan meningkat menjadi 0,4% secara bulanan (MoM), dari 0,1% pada bulan sebelumnya.
Menjelang pertemuan The Fed pekan depan, meningkatnya probabilitas kenaikan suku bunga menjadi perhatian pasar. Pemerintahan Presiden Donald Trump tampaknya berupaya mencegah kenaikan tersebut. Trump bahkan mengancam akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang mencatatkan surplus perdagangan dengan AS, kecuali The Fed menurunkan suku bunga.
Pasar juga akan mencermati perkembangan pengiriman minyak di Teluk Persia menyusul aksi serang antara AS dan Iran. Di Eropa, ECB diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Kamis (10/9/2026).
Dari domestik, sejumlah indikator ekonomi yang akan menjadi perhatian investor adalah indeks keyakinan konsumen pada Rabu (9/9/2026), penjualan ritel pada Kamis (10/9/2026), dan penjualan mobil pada Jumat (11/9/2026).
Pada perdagangan Jumat (4/9/2026), IHSG ditutup melemah 0,47% ke level 6.636, setelah sempat mendekati penutupan gap di level 6.705. Indikator Stochastic RSI berada di area overbought, sedangkan histogram MACD masih berada di area positif. (nov)


