IHSG Diperkirakan Sideways, Investor Menanti Pidato Kenegaraan Presiden

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jumat (14/8/2026), diperkirakan bergerak sideways setelah ditutup melemah pada perdagangan sehari sebelumnya.

Pergerakan pasar saham masih dibayangi sentimen penyesuaian (rebalancing) indeks MSCI serta antisipasi investor terhadap pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto mengenai RAPBN 2027.

“Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6.230-6.370 dalam perdagangan Jumat (14/8/2026),” demikian disebutkan dalam riset tersebut.

Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak dengan level resistance 6.370, pivot 6.300, dan support 6.230. Sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati antara lain GGRM, BBNI, BBCA, DSSA, dan EXCL.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 1,13% ke level 6.301,77 pada perdagangan Kamis (13/8/2026). Pelemahan tersebut antara lain dipengaruhi sentimen dikeluarkannya sejumlah saham dalam rebalancing indeks MSCI Agustus 2026, menjelang pidato kenegaraan mengenai RAPBN 2027, serta aksi ambil untung (profit taking).

Di sisi lain, nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,03% ke level Rp17.870 per dolar AS. Penguatan rupiah dipicu aksi beli di pasar obligasi domestik.

Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas MA20. Namun, penyempitan histogram positif MACD terus berlanjut dan berpotensi memicu death cross.

Investor juga mencermati pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto mengenai RAPBN 2027 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut Badan Anggaran DPR RI, Program Kerja Prioritas Nasional 2027 mencakup sejumlah sektor strategis, antara lain kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan dan ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) melaporkan pembiayaan perbankan syariah mencapai Rp720 triliun atau tumbuh 11,43% secara tahunan (year on year/YoY) hingga Juni 2026. Pertumbuhan tersebut didukung oleh kinerja industri perbankan syariah yang terus meningkat.

Dana pihak ketiga (DPK) perbankan syariah juga mencapai Rp816 triliun atau tumbuh 13,13% YoY hingga Juni 2026. Di sektor dunia usaha, rantai pasok halal tumbuh 5,5% YoY, sedangkan outstanding sukuk korporasi mencapai sekitar Rp95 triliun pada periode yang sama.

Perkembangan tersebut membuka ruang yang semakin besar bagi pembiayaan syariah untuk mendukung investasi produktif dan ekspansi sektor riil. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

AS Terapkan Tarif Impor Drone Hingga 100%  

BRIEF.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani...

Jelang Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Investor Cermati Arah Kebijakan Fiskal

BRIEF.ID – Investor mencermati pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai...

Harga Minyak Mentah Melemah, Brent dan WTI Tertekan

BRIEF.ID – Harga minyak mentah dunia melemah sekitar 2%...

Harga Emas Terkoreksi Setelah Dua Bulan Berada di Level Tertinggi  

BRIEF.ID – Harga emas terkoreksi pada perdagangan Kamis setelah...