BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/4/2026) diperkirakan akan mengalami penguatan terbatas.
IHSG diperkirakan bergerak pada resistance 7.650, pivot 7.600, dan support 7.500. Ada lima saham yang diunggulkan adalah BMRI, PANI, PTRO, SSIA, dan ACES.
“IHSG sudah menutup gap down di 7.527 dan masih bertahan di atas level 7.500, sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran 7.500-7.650,” demikian riset Phintraco Sekuritas yang dirilis, Rabu (22/4/2026).
IHSG ditutup melemah di level 7.559,38 atau turun 0,46%) pada perdagangan Selasa (21/4/2026), setelah sempat melemah hingga level 7.511.
Secara teknikal, histogram MACD IHSG masih berada di area positif, meskipun mulai terjadi penyempitan. Stochastic RSI masih berada di area overbought dan melanjutkan penurunan ke arah pivot.
Morgan Stanley Capital International (MSCI) menyatakan masih akan membekukan rebalancing indeks saham Indonesia untuk periode Mei 2026. Namun institusi itu tidak lagi menyinggung penurunan status pasar modal Indonesia ke frontier market, sehingga hal ini mengurangi salah satu kekhawatiran investor.
MSCI masih akan mengevaluasi konsistensi dan efektivitas kebijakan baru, khususnya peningkatan transparansi data kepemilikan saham dan rencana kenaikan batas minimum free float menjadi 15%.
Investor juga mengantisipasi MSCI akan menghapus saham yang masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC). Saham BREN dan DSSA berpotensi akan dikeluarkan dari MSCI Global Standard Indexes, namun hal ini sudah diantisipasi. MSCI akan memberikan pengumuman lebih lanjut pada Juni 2026.
Investor akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), pada Rabu (22/4/2026) yang diperkirakan akan mempertahankan BI Rate tetap di level 4,76%. Selain itu, juga akan dirilis data pertumbuhan kredit bulan Maret 2026 yang diperkirakan melambat menjadi 7,5% dari 9,37% di Februari 2026. (nov)


