BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (6/5/2026) diperkirakan bergerak fluktuatif dengan potensi penguatan terbatas.
Setelah sempat melonjak 85,15 poin atau 1,22% 7.057, 11 pada penutupan perdagangan, Selasa (5/5/2026), investor diingatkan agar tetap waspada terhadap potensi risiko koreksi teknikal di tengah sentimen net sell asing.
Riset Phintraco Sekuritas menyabutkan bahwa IHSG akan bergerak pada resistance 7.150, pivot 7.100, dan support 7.000. Ada pun saham-saham yang diunggulkan, antara lain SSIA, RAJA, CUAN, CDIA, dan BBRI.
“Secara teknikal, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 7.100-7.150,” demikian disebutkan dalam riset itu.
Penguatan IHSG, antara lain didorong oleh kenaikan harga saham konglomerasi dan perbankan. Secara teknikal, Stochastic RSI mengindikasikan terjadinya reversal dari area oversold. Hal ini didukung oleh histogram negatif MACD yang mulai menyempit.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 0.77% QoQ pada Kuartal I-2026 dibandingkan dengan pertumbuhan 0.86% QoQ di Kuartal IV-2025. Namun lebih baik dibandingkan estimasi yang sebesar –0,97% QoQ. Secara historis pertumbuhan PDB secara QoQ pada Kuartal I cenderung berkontraksi dibandingkan dengan Kuartal IV.
Secara YoY, pertumbuhan ekonomi berakselerasi 5,61% di Kuartal I-2026 dari 5,39% YoY di Kuartal IV-2025. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan pada belanja masyarakat di tengah berlanjutnya stimulus pemerintah serta karena adanya hari raya Imlek, bulan Ramadan dan Idul Fitri pada Kuartal I-2026.
Dalam rangka menjaga stabilitas sektor jasa keuangan untuk keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) intensif memantau kinerja sektor jasa keuangan.
OJK juga rutin menggelar stress test melalui berbagai scenario dan memperpanjang kebijakan buyback saham tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Kebijakan ini akan berlaku hingga September 2026.
Selain itu, OJK juga menunda implementasi transaksi short selling sehingga diharapkan dapat menjadi faktor positif bagi pergerakan pasar di tengah ketidakpastian yang meningkat. (nov)


