BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/7/2026), dengan penguatan, melanjutkan sentimen positif yang mulai terbentuk pada pekan sebelumnya. Pada pukul 09.53 WIB IHSG berada di level 6.24,87, menguat 70,31 poin atau 1,106% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Penguatan IHSG didorong oleh membaiknya sentimen domestik, terutama setelah investor asing kembali mencatatkan aksi beli bersih (net buy) dalam dua hari perdagangan berturut-turut. Kondisi tersebut meningkatkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek pasar saham Indonesia dalam jangka pendek.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG memiliki peluang menguji area resistance 6.280, dengan pivot di level 6.225 dan support di 6.100. Sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati antara lain UNVR, KLBF, BBYB, ICBP, MDKA, dan GTSI.
Meski dibuka menguat, pelaku pasar tetap mencermati sejumlah sentimen global yang berpotensi memengaruhi pergerakan indeks. Di antaranya adalah pelemahan bursa Wall Street pada akhir pekan lalu akibat koreksi saham-saham teknologi dan semikonduktor, meningkatnya persaingan di sektor kecerdasan buatan (AI), serta eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Dari dalam negeri, perhatian investor pada pekan ini akan tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia mengenai kebijakan moneter, data pertumbuhan kredit, dan jumlah uang beredar (M2), yang diperkirakan akan memberikan arah baru bagi pergerakan pasar keuangan.
Dengan dukungan sentimen domestik yang membaik, IHSG berpeluang mempertahankan tren penguatan. Namun, volatilitas diperkirakan masih akan mewarnai perdagangan seiring tingginya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.


