IHSG Dibuka Menguat, Investor Bersikap Optimistis

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/7/2025) menguat 39,65 poin atau 0,52% ke posisi 7.663. Investor berburu saham-saham perbankan di tengah penantian suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed dan meredanya tensi perang dagang.

Sebelumnya, saham-saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (29/7/2025), dipengaruhi oleh laporan keuangan perusahaan yang bervariasi serta antisipasi pasar terhadap keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 204,57 poin, atau 0,46%, menjadi 44.632,99,S&P 500 melemah 18,91 poin, atau 0,30%, menjadi 6.370,86, dan Nasdaq Composite Index menyusut 80,29 poin, atau 0,38%, menjadi 21.098,29.

Berdasarkan hasil analisa D’Origin, di kawasan Asia-Pasifik pasar diperdagangkan bervariasi seiring investor menanti hasil negosiasi dagang AS-Tiongkok dan keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan Rabu (30/7/2025).

Sementara itu, Bursa Eropa ditutup menguat, didorong oleh kenaikan saham sektor keuangan dan pertahanan seiring meredanya kekhawatiran pasar terkaitketegangan perang dagang di kawasan euro.

Harga minyak melonjak lebih dari 3% setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Rusia terkait perang di Ukraina dan munculnya optimisme atas meredanya perang dagang AS dengan mitra dagangnya.

Minyak Brent naik $2,47(3,53%) ke $72,51 per barel, sementara WTI menguat $2,50 (3,75%) ke $69,21, keduanya mencatat level penutupan tertinggi sejak 20 Juni.

Harga emas dunia menguat 0,36% ke US$ 3.326,52 per troi ons bangkit setelah empat hari melemah akibat mandeknya pembicaraan dagang AS-Tiongkok dan jelang pengumuman suku bunga The Fed, usai sebelumnya sempat menyentuh level terendah sejak 9 Juli 2025.

Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat 0,61% ke MYR 4.265 per ton mencatat kenaikan pertama dalam tiga hari terakhir, didorong oleh pelemahan ringgit, penguatan harga minyak kedelai di Dalian, serta prospek permintaan tinggi dari India menjelang perayaan Diwali. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Riset Terbaru ANZ dan Stanchart: Harga Emas Dunia Bakal Tembus US$5.000 di Semester I 2026

BRIEF.ID - Hasil riset terbaru dua lembaga keuangan internasional,...

Singapura Raih Peringkat ke-2 Negara Terkaya di Dunia Tahun 2025 Berdasarkan PDB per Kapita

BRIEF.ID - Singapura meraih peringkat ke-2 negara terkaya di...

Eropa Kerahkan Pasukan Militer ke Greenland Sikapi Tekanan AS

BRIEF.ID - Negara-negara Eropa mengerahkan pasukan militer ke Greenland...

WEF 2026 Davos, Momentum Emas Perkuat Citra Indonesia Sebagai Mitra Investasi Strategis

BRIEF.ID - World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos...