BRIEF.ID – JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (12/8/2026) berpotensi mengalami technical rebound setelah dalam beberapa hari terakhir berada di bawah tekanan.
Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan IHSG diperkirakan bergerak dengan resistance 6.300, pivot 6.250, dan support 6.180. Sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati investor antara lain MEDC, TKIM, ULTJ, CUAN, dan BUKA.
Pada perdagangan Senin (10/8/2026), IHSG ditutup melemah 1,53% ke level 6.267,88. Pelemahan juga terjadi pada rupiah yang turun 0,59% menjadi Rp17.861 per Dolar AS di pasar spot, seiring penguatan Dolar AS terhadap mayoritas mata uang Asia.
Secara teknikal, histogram positif MACD menunjukkan penyempitan, sementara Stochastic RSI bergerak melemah di area pivot. IHSG juga ditutup di bawah MA10, meskipun masih bertahan di atas MA20.
IHSG diperkirakan masih berpeluang menguji area support 6.180–6.200. Apabila level itu mampu dipertahankan, peluang terjadinya rebound menuju area 6.300 kembali terbuka.
Penjualan Ritel Membaik
Dari dalam negeri, penjualan ritel Indonesia tercatat turun 3% secara tahunan (YoY) pada Juni 2026. Namun, kontraksi ini membaik dibandingkan penurunan 3,9% YoY pada Mei 2026.
Secara bulanan, penjualan ritel tumbuh 0,7% MoM, sekaligus menjadi kenaikan pertama dalam tiga bulan terakhir. Perbaikan tersebut dinilai mencerminkan mulai terlihatnya dampak stimulus pemerintah yang ditujukan untuk mendorong daya beli masyarakat di tengah tekanan biaya.
Kelompok masyarakat menengah atas diperkirakan masih menjadi penopang utama pertumbuhan penjualan ritel.
Sektor otomotif juga mencatat kinerja positif. Penjualan mobil di Indonesia meningkat 33,3% YoY menjadi 81.115 unit pada Juli 2026, sekaligus menjadi level tertinggi dalam lima bulan terakhir.
Pertumbuhan ini melanjutkan kenaikan 32,9% YoY pada Juni 2026. Penjualan turut didukung penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Secara kumulatif, penjualan mobil sepanjang Januari–Juli 2026 mencapai sekitar 437.500 unit, meningkat 18,3% YoY.
Perkembangan konsumsi ritel dan penjualan otomotif tersebut menjadi sinyal positif bagi perekonomian domestik. Namun, investor tetap perlu mencermati pergerakan rupiah, sentimen pasar global, serta kemampuan IHSG mempertahankan level support penting. (nov)


