BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan hari ini, Rabu (22/4/2026).
Investor cenderung berikap wait and see (menunggu) hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG-BI), dan mencermati batas akhir gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada hari ini.
Di awal sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka melemah 0,41% atau 31,04 poin ke level 7.528. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,03% atau 7.66 poin ke posisi 736,01.
Hingga pukul 11:30 waktu JATS, IHSG terpantau masih bergerak di zona merah, dan berada di level 7.543. Sepanjang 2 jam 30 menit perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.578, dan level terendah di 7.523.
Data BEI menunjukkan sebanyak 379 saham naik harga, 267 saham turun harga, dan 170 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan mencapai 24,615 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.563.618 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp8,432 triliun.
Pergerakan IHSG hari ini dipengaruhi sentimen konflik Timur Tengah, seiring berkahirnya tenggat waktu kesepakatan gencatam senjata antara AS dan Iran pada hari ini.
Ketidakpastian semakin memuncak, karena perundingan damai yang dilakukan delegasi AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, pada Selasa (21/4/2026) belum mencapai kesepakatan.
Seperti dilansir Bloomberg News, Presiden AS Donald Trump menyampaikan akan menahan serangan ke Iran setelah tenggat waktu gencatan senjata berakhir, asalkan Iran menyerahkan proposal damai baru, dan perundingan damai bisa diselesaikan.
Sementara Iran masih tetap menutup Selat Hormuz. Langkah tersebut akan terus dilakukan Iran sampai AS membuka blokade kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran.
Sementara dari dalam negeri, pergerakan IHSG masih dipengaruhi evaluasi yang dilakukan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap tahapan reformasi pasar modal Indonesia.
Reformasi pasar modal Indonesia mencakup pengungkapan pemegang saham di atas 1 persen, klasifikasi investor lebih rinci, kerangka High Shareholding Concentration (HSC), serta roadmap kenaikan minimum free float menjadi 15 persen).
Selama proses evaluasi, MSCI masih membekukan rebalancing indeks untuk saham Indonesia untuk periode Mei 2026. Adapun, keputusan lanjutan akan disampaikan dalam Market Accessibility Review Juni 2026.
Selain itu, pelaku pasar juga menunggu hasil RDG-BI, yang akan diumumkan hari ini. Kebijakan moneter terkait upaya mentabilkan rupiah dan menjaga inflasi, serta suku bunga acuan atau BI-Rate, menjadi sorotan investor. RDG-BI diperkirakan akan memutuskan BI-Rate ditahan di level 4,75%.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak mixed hingga akhir perdagangan, dengan potensi melemah terbatas di kisaran level support 7.500, dan level resistance 7.800. (jea)


