Rupiah Melemah Jelang Keputusan RDG-BI, Suku Bunga Acuan Diprediksi Stagnan

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah bergerak melemah menjelang keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG-BI) pada hari ini, Rabu (22/4/2026).

Salah satu keputusan RDG-BI yang ditunggu pelaku pasar adalah suku bunga acuan atau BI-Rate, yang diprediksi bakal ditahan atau stagnan di level 4,75%.

Pada awal perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah dibukan melemah 0,08% atau 13 poin menjadi Rp17.156 per dolar AS dari level sebelumnya Rp17.143 per dolar AS.

Sementara di pasar spot, nilai tukar rupiah juga terpantau melemah 0,03% menjadi Rp17.150 per dolar AS. Hingga pukul 11:00 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot masih bergerak melemah terpantau di level Rp17.174 per dolar AS.

Rupiah sempat menguat selama dua hari berturut-turut seiring sentimen positif berlanjutnya perundingan damai AS-Iran. Meski demikian, rupiah masih dalam tren melemah, yang semakin diperparang sejak konflik Timur Tengah memanas seiring serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.

Secara kuartalan, rupiah telah terdepresiasi sebesar 1,59%, dan menyentuh level terendah di atas level psikologis Rp17.000. Bahkan sejak awal April rupiah masih tetap terdepresiasi 0,87% dan menjadi yang terlemah di kawasan Asia.

Pergerakan rupiah hari ini, dipengaruhi sikap investor yang menunggu hasil RDG-BI, terutama terkait kebijakan suku bunga acuan, dan kebijakan moneter untuk menstabilkan mata uang Garuda.

Di tengah ketidakpastian konflik Timur Tengah, pelaku pasar memperkirakan BI akan memeprtahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,74% mengingat volatilitas rupiah masih tinggi.

Tak hanya itu, pelaku pasar pun mencermati kebijakan moneter BI, dalam mengantisipasi pelemahan rupiah akibat tekanan dolar AS dan harga minyak dunia, yang cenderung menguat.

Terkait dengan itu, investor juga menunggu kepastian hasil perundingan damai AS dan Iran, yang berlangsung di Islamabad, Pakistan. Banyak kalangan khawatir konflik Timur Tengah kembali berkecamuk, karena kedua pihak belum mencapai kesepakatan, padahal tenggat waktu gencatan senjata berakhir hari ini.

Seperti dilansir Bloomberg News, Presiden AS Donald Trump menyampaikan akan menahan serangan ke Iran setelah tenggat waktu gencatan senjata berakhir, asalkan Iran menyerahkan proposal damai baru, dan perundingan damai bisa diselesaikan.

Sementara Iran masih tetap menutup Selat Hormuz. Langkah tersebut akan terus dilakukan Iran sampai AS membuka blokade kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran.

Hal itu, membuat indeks dolar AS cenderung menguat, dan menekan mata uang Asia di sesi pagi perdagangan hari ini, Selain rupiah, sejumlah mata uang Asia yang juga melemah terhadap dolar AS, yaitu Baht Thailand (-0,36%), Peso Filipina (-0,29%), Ringgit Malaysia (-0,15%), dan Dolar Taiwan (-0,03%). 

Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi melanjutkan pelemahan dengan bergerak di kisaran level Rp17.100 per dolar AS hingga level Rp17.180 per dolar AS. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pemerintah Apresiasi DPR RI Sahkan UU PPRT

BRIEF.ID – Pemerintah mengapresiasi langkah DPR RI mengesahkan  Undang-Undang...

IHSG Bergerak Mixed Cenderung Melemah, Investor Cermati Batas Akhir Gencatan Senjata AS-Iran

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp50.000 Imbas Ketidakpastian Perundingan Damai AS-Iran

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Indonesia Daily Brief (April 22, 2026

TOP NEWS Reuters — MSCI has extended its review of...