IHSG Awal Pekan Terhempas di Zona Merah, Investor Masih Lepas Saham Big Caps

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan awal pekan, Senin (26/10/2026), terhempas di zona merah, seiring investor masih melepas saham-saham berkapitalisasi besar (Big Caps).

Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, IHSG ditutup melemah 1,00% atau 64,28 poin ke level 5.384. Sebelumnya pada awal perdagangan, IHSG dibuka menguat tipis 0,06% atau 3,04 poin ke posisi 5.442.

Selama 3 jam sesi I perdagangan berlangsung, IHSG lebih banyak bergerak di zona merah dengan menyentuh level tertinggi di 5.453, dan level terendah di 5.349.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 474 saham turun harga, 189 saham naik harga, dan 128 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan mencapai 18,574 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,143.355 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp7,597 triliun.

Pelemahan IHSG masih dipicu tekanan jual yang dilancarkan investor terhadap saham-saham big caps, terutama 4 bank besar di Indonesia, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Harga saham BBCA di akhir sesi I perdagangan hari ini merosot 1,09% atau Rp55 menjadi Rp4.970 per lembar, BMRI jatuh 1,03% atau Rp40 menjadi Rp3.860 per lembar, BBNI terkoreksi 1,17% atau Rp40 menjadi Rp3.380 per lembar, dan BBRI turun 1,37% atau Rp40 menjadi Rp2.870 per lembar.

Selain itu, tekanan jual terhadap saham PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), turun membebani IHSG ke zona merah. Harga saham TLKM terpantau merosot 0,98% atau Rp20 menjadi Rp2.220, sedangkan ASII berada di level Rp5.550 per lembar.

Tekanan eksternal masih menjadi pemicu pelemahan IHSG, seiring ekspetasi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) yang meningkat.

Harga minyak dunia yang tinggi membuat investor memperkirakan The Fed akan mempertimbangkan kemungkinan menaikkan suku bunga acuan atau Fed Funds Rate dalam rapat bulanan pada pekan ini.

Pada perdagangan hari ini, harga minyak dunia jenis Brent berada di kisaran US$114 per barel, sedikit terkikis dari level Rp116 per barel yang merupakan tertinggi dalam 6 bulan terakhir.

Sementara dari dalam negeri, investor terus memantau langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI meneruskan reformasi pasar modal Indonesia, dan menindaklanjuti usulan Morgan Stanley Capital International (MSCI) rkait penurunan kelas dari emerging market menjadi standalone market.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak mixed dengan kecednerungan melemah di kisaran level support 5.330 hingga level resistance 5.500. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kasus Dana Syariah Indonesia, Bareskrim Polri Sita dan Blokir 110 Aset

BRIEF.ID - Tim penelusuran aset (asset tracing) Subdirektorat II/Perbankan...

Program MBG, Kementerian UMKM Libatkan Pelaku Usaha Mikro

BRIEF.ID – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)...

Israel Tutup Seluruh Perlintasan Tepi Barat, Saat Pemilu Legislatif

BRIEF.ID – Pemerintah Israel akan menutup seluruh perlintasan darat...

BI: Tujuan Bauran Kebijakan Moneter Perkuat Ekonomi

BRIEF.ID - Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa kombinasi kebijakan...