Hari Ketujuh, SAR Perluas Pencarian 8 Penumpang Speed Boat Hilang Kontak di Selat Sunda

BRIEF.ID – Delapan penumpang speed boat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda masih belum ditemukan hingga hari ketujuh pencarian, Senin (14/9/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan bahwa Tim SAR Gabungan saat ini memperluas area pencarian dengan mengerahkan unsur laut, udara, dan darat. Langkah itu dilakukan seiring belum adanya kepastian mengenai keberadaan delapan penumpang yang hingga kini belum ditemukan.

Amrad menegaskan seluruh sumber daya dikerahkan untuk memperbesar peluang menemukan para korban. Menurut Amrad, pencarian dilakukan secara terkoordinasi dengan membagi wilayah operasi ke dalam sejumlah sektor.

“Memasuki hari ketujuh, kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk mencari dan menemukan delapan korban yang masih hilang,” kata Al Amrad dalam keterangan resminya, Senin (14/9).

Delapan orang yang masih dicari terdiri atas Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), guide; M. Bagus Khoirunnas (28), jurnalis Antara; Ari Basuki (52), jurnalis Merdeka; Yudhis (43), jurnalis iNews; Daus (42), jurnalis Anadolu; serta Donal (51), pekerja lepas.

Pada hari ketujuh, pencarian dimulai pukul 07.00 WIB dengan membagi wilayah operasi menjadi tujuh sektor. Luasan masing-masing sektor cukup besar, mulai dari 413 NM² hingga 2.063 NM², sehingga cakupan pencarian menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan.

Sektor X memiliki luas 831 NM², Sektor Z 512 NM², Sektor V 1.182 NM², Sektor W 1.167 NM², Sektor U 481 NM², Sektor Y 413 NM², dan Sektor H menjadi sektor terluas dengan cakupan mencapai 2.063 NM².

Dari unsur laut, sejumlah kapal dikerahkan, antara lain KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KRI Leuser, KRI Teluk Gilimanuk, KRI Lepu, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, serta RBB Pulau Peucang dan kapal patroli lainnya.

Pencarian juga diperkuat dari udara. Tim SAR mengoperasikan helikopter HR 3604 serta dua drone thermal Basarnas untuk membantu menyisir wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur laut.

Sementara itu, unsur darat melibatkan personel dan sarana dari Basarnas, TNI, Polri, BNPB, BPBD, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, serta berbagai potensi SAR lainnya. Keterlibatan banyak unsur tersebut menunjukkan skala operasi yang cukup besar dalam upaya menemukan para penumpang.

Namun, menurut Amrad, luasnya wilayah pencarian juga dihadapkan pada kondisi cuaca Selat Sunda. Berdasarkan rencana operasi, cuaca di wilayah pencarian dilaporkan berawan dengan angin dari arah tenggara berkecepatan 10–20 knot.

Tinggi gelombang di wilayah operasi berada pada kisaran 0,5 hingga 2,5 meter. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan tim dalam menentukan pola dan sektor pencarian, sekaligus menjaga keselamatan personel.

Al Amrad menegaskan bahwa keselamatan petugas tetap menjadi prioritas dalam operasi tersebut. Tim, kata dia, diminta mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan selama melakukan penyisiran.

“Kami mengimbau seluruh unsur SAR Gabungan untuk tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap pelaksanaan pencarian. Kami juga memohon dukungan dan doa dari masyarakat agar upaya pencarian terhadap delapan korban ini dapat segera membuahkan hasil,” tutup Amrad. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Komisi V DPR Minta Kemenhub Investigasi Tenggelamnya KM Virgo Transport 8

BRIEF.ID - Komisi V DPR RI meminta Kementerian Perhubungan...

Aceh Culinary Festival 2026 Catat Transaksi Rp1,5 Miliar

BRIEF.ID - Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 mencatat nilai...

IHSG Terperosok ke Level 6.400, Lebih dari 500 Saham Turun Harga

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rupiah Awal Pekan Lesu Tertekan Lonjakan Harga Minyak Dunia

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah lesu terhadap dolar...