Aceh Culinary Festival 2026 Catat Transaksi Rp1,5 Miliar

BRIEF.ID – Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 mencatat nilai transaksi lebih dari Rp1,5 miliar hingga hari penutupan event, dengan jumlah kunjungan mencapai lebih dari 11.000 orang. Perhelatan Aceh Culinary Festival 2026 digelar di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, pada 11-14 September 2026.

Di tengah capaian tersebut, Kementerian Pariwisata menilai pengembangan festival kuliner Aceh masih perlu diperkuat melalui narasi atau storytelling yang mengangkat sejarah dan budaya di balik setiap hidangan.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan kuliner Aceh tidak cukup hanya ditawarkan berdasarkan cita rasanya. Menurut Ni Luh, cerita mengenai asal-usul makanan, tradisi, bahan pangan, hingga kehidupan masyarakat perlu menjadi bagian dari pengalaman wisatawan.

“Kita harus kuatkan storytelling dari kuliner-kuliner Aceh sehingga kita tidak hanya merasakan enaknya saja, tetapi kita tahu cerita di baliknya,” tutur Ni Luh dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (14/9).

Dia juga mengatakan pendekatan tersebut penting untuk mendorong kuliner sebagai bagian dari wisata gastronomi, sehingga dengan demikian, makanan khas daerah tidak sekadar menjadi produk konsumsi wisatawan, tetapi juga menjadi medium untuk memperkenalkan identitas dan sejarah masyarakat setempat.

Ni Luh menyebut ACF dapat menjadi bagian dari penguatan program Wonderful Indonesia Gourmet (WIG) yang kini tengah dikembangkan Kementerian Pariwisata. Program itu menurut Ni Luh, diarahkan untuk menjadikan kekayaan gastronomi Nusantara sebagai salah satu daya tarik pariwisata Indonesia.

ACF sendiri telah empat kali masuk dalam jajaran 10 besar Karisma Event Nusantara (KEN). Pemerintah menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa potensi Aceh dalam mengembangkan wisata berbasis kuliner dan penyelenggaraan kegiatan pariwisata.

Namun, pemerintah juga menekankan agar keberhasilan sebuah festival tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung. “Kegiatan pariwisata seharusnya juga bisa memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar lokasi acara,” katanya.

Menurutnya, dampak tersebut dapat dilihat dari peningkatan transaksi UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta bergeraknya aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa pelestarian budaya melalui pariwisata berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Kementerian Pariwisata mencatat 110 kegiatan KEN sepanjang 2025 menghasilkan perputaran ekonomi lebih dari Rp17 triliun, atau tumbuh 25,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Rangkaian kegiatan tersebut juga mencatat 10,8 juta pengunjung dan melibatkan sekitar 108.500 tenaga kerja.

Dari sisi pelaku usaha, ACF 2026 melibatkan lebih dari 100 UMKM kuliner dari 12 kabupaten/kota. Selain itu, lebih dari 20 komunitas dan inisiatif kreatif dari Aceh, Jakarta, dan Bali turut ambil bagian dalam festival yang berlangsung pada 11-14 September 2026 tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedy Yuswadi menyebut jumlah kunjungan hingga hari penutupan telah melampaui 11.000 orang. Nilai transaksi yang tercatat juga telah menembus lebih dari Rp1,5 miliar.

Menurut Dedy, angka tersebut menunjukkan adanya potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dari festival kuliner. Meski demikian, keberlanjutan ACF akan sangat bergantung pada kemampuan penyelenggara menjaga kualitas acara sekaligus memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan pelaku usaha lokal.

Senada disampaikan Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Aceh Syakir. Dia mengatakan kekuatan kuliner Aceh tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang daerah tersebut. Menurut Syakir, sejumlah makanan khas Aceh memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat, dunia maritim, perdagangan rempah, pertemuan berbagai etnis dan budaya, hingga sejarah Kesultanan Aceh.

“Karena itu, kita ingin agar kuliner Aceh tidak hanya dikenal sebagai makanan yang lezat, tetapi juga dipahami sebagai bagian dari warisan budaya dan kekuatan ekonomi kreatif,” ujar Syakir.

Pemerintah berharap ACF berkontribusi terhadap target sektor pariwisata nasional 2026, yakni 16 juta-17 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 1,18 miliar perjalanan wisatawan Nusantara.

Tantangannya, capaian tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kualitas pengalaman wisatawan dan dampak ekonomi yang terukur di daerah.

Dedy menambahkan keberhasilan ACF masuk 10 besar KEN selama empat kali tidak terlepas dari kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, Kementerian Kebudayaan, komunitas, dan pelaku UMKM. “Kesuksesan ACF tentu tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak,” tutupnya. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Komisi V DPR Minta Kemenhub Investigasi Tenggelamnya KM Virgo Transport 8

BRIEF.ID - Komisi V DPR RI meminta Kementerian Perhubungan...

Hari Ketujuh, SAR Perluas Pencarian 8 Penumpang Speed Boat Hilang Kontak di Selat Sunda

BRIEF.ID - Delapan penumpang speed boat yang hilang kontak...

IHSG Terperosok ke Level 6.400, Lebih dari 500 Saham Turun Harga

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rupiah Awal Pekan Lesu Tertekan Lonjakan Harga Minyak Dunia

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah lesu terhadap dolar...