Harga Minyak Turun, Setelah Reli Tajam

BRIEF.ID – Harga minyak mentah dunia turun,  pada hari Selasa (5/5/2026) setelah reli tajam pada sesi sebelumnya, menyusul sejumlah retorika yang menenangkan dari Washington dan Iran.

Upaya yang dipimpin Amerika Serikat (AS) untuk menstabilkan pengiriman melalui Selat Hormuz, dikutip dari Investing.com, Rabu (6/5/2026) tampaknya mulai membuahkan hasil sehingga  membantu sentimen pasar.

Harga minyak mentah Brent berjangka yang berakhir pada Juli 2026 turun 4% menjadi US$ 109,90 per barel, dan harga minyak mentah West Texas Intermediate AS berjangka yang berakhir pada Juni 2026 turun 4,4% menjadi US$ 101,77 per barel.

Sebelumnya, harga Brent melonjak hampir 6% dan WTI naik lebih dari 4%, didorong oleh meningkatnya konflik antara AS dan Iran.

Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan mengumumkan upaya AS yang disebut “Proyek Kebebasan” untuk membantu membuka kembali lalu lintas pengiriman yang terhenti melalui Selat Hormuz. Jalur vital untuk seperlima minyak dunia ini telah ditutup secara efektif oleh Iran sejak awal konflik, menyebabkan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah.

Iran menanggapi AS dengan menembakkan rudal ke kapal perusak AS yang mendekati selat, dan mengklaim telah mengenai salah satunya. Komando Pusat AS menolak klaim itu, dengan mengatakan tidak ada kapal yang terkena, dan malah mengatakan dua kapal dagang AS telah berhasil melewati selat tersebut.

Secara terpisah, Persatuan Emirat Arab (PEA) mengatakan serangan rudal dan drone Iran menyebabkan kebakaran di pusat perdagangan dan penyimpanan minyak besar yang terletak di emirat Fujairah.

Pada  Selasa (5/5/2026), AS sedikit meredakan suasana dengan menegaskan bahwa Proyek Kebebasan adalah upaya terpisah yang semata-mata bertujuan untuk mempercepat perjalanan aman kapal komersial melalui selat tersebut.

“Proyek Freedom bersifat defensif, terfokus pada cakupan, dan bersifat sementara—dengan satu misi: melindungi pelayaran komersial yang tidak bersalah dari agresi Iran. Pasukan Amerika tidak perlu memasuki perairan atau wilayah udara Iran, itu tidak perlu. Kami tidak mencari pertempuran,” kata Menteri Pertahanan  AS Pete Hegseth kepada wartawan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa tindakan militer tidak akan menghasilkan solusi untuk krisis Selat Hormuz, seraya  mengatakan bahwa pembicaraan di Pakistan sedang mengalami kemajuan. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kasus Keracunan MBG di Depapre, Kodam XVII/Cenderawasih Kerahkan Puluhan Tenaga Medis dan Ambulans

BRIEF.ID – Kodam XVII/Cenderawasih bergerak cepat menangani dugaan keracunan...

Saham Asia Menguat, Reli AI Dorong Bursa Jepang dan Korea

BRIEF.ID – Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Rabu...

Pendaftaran Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Dibuka Hari Ini, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

BRIEF.ID – Pendaftaran masyarakat yang ingin mengikuti Upacara Peringatan...

UMKM Otomotif Binaan Astra Naik Kelas, Omzet Melonjak dari Rp2 Miliar Jadi Hampir Rp35 Miliar

BRIEF.ID – Pembinaan yang tepat dinilai mampu membawa pelaku...