IHSG Berjaya, Rupiah Ambruk, Bursa Asia Melemah

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (5/5/2026) Berjaya setelah membukukan kenaikan 85,15 poin atau 1,22% ke level 7.057.

Saat itu, tercatat total saham yang diperdagangkan mencapai  432,7 juta lot  dan membukukan nilai transaksi sebesar Rp16,72 triliun.

Adapun saham-saham top gainers LQ45 adalah BRPT, CUAN, UNVR, AMMN, BBRI, DEWA, dan SMGR. Sedangkan saham top losers LQ45 yaitu INCO, MBMA, MAPI, INKP, AADI, HRTA, dan ESSA.

Sektor  basic industry menjadi yang terkemuka dengan kenaikan sebesar  2,86%. Saham-saham basic industry yang mencatatkan kenaikan signifikan,  antara lain BRPT yang naik 24,66%, TPIA +19,70%, SMGR +2,97%, dan INTP +0,49%.

Sektor kesehatan menjadi yang paling  lemah setelah mengalami penurunan  1,52%. Saham sektor kesehatan  yang melemah adalah PRDA yang turun hingga  4,54%, SILO -2,82%, HEAL -2,70%, KLBF -1,73%, SIDO -0,83%, dan TSPC -0,82%.

Bursa Asia

Dari lantai bursa Asia dilaporkan bahwa mayoritas harga saham  turun seiring aksi saling serang antara  AS-Iran di Selat Hormuz, pada Selasa (5/5/2026).

Indeks saham MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang turun 0,6% dalam perdagangan yang tipis. Pasar di Jepang dan Korea Selatan tutup karena hari libur.

Terlepas dari tensi geopolitik, investor juga bersiap-siap untuk  memperoleh laporan pendapatan, pekan ini. Advanced Micro Devices dan Pfizer termasuk di antara perusahaan yang akan merilis laporannya.

Data dari S&P Global Market Intelligence menunjukkan 83% perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan hasil telah melampaui perkiraan laba per saham (EPS) dan 78,2% di antaranya telah melampaui perkiraan pendapatan.

Prospek kebijakan Federal Reserve dapat dibentuk oleh sejumlah data minggu ini yang mencakup laporan penggajian non-pertanian April pada hari Jumat.

Ekspektasi menunjukkan bahwa ekonomi AS akan menambah 62.000 lapangan kerja setelah kenaikan luar biasa sebesar 178.000 pada bulan Maret, meskipun masalah penyesuaian musiman menimbulkan banyak ketidakpastian.

Pasar saat ini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga kebijakannya tahun ini, karena tekanan inflasi akibat guncangan energi global.

Indeks saham di Bursa Asia dilaporkan Shanghai Composite (Tiongkok) naik  0,11% ke 4.112; Shenzhen Component (Tiongkok) turun 0,09% ke 15.107; CSI 300 (Tiongkok) turun 0,06% ke 4.807; Hang Seng (Hong Kong) melemah 0,76% ke 25.898; Taiex (Taiwan) menguat 0,16% ke 40.769; dan S&P/ASX200 (Australia) turun 0,19% ke 8.680.

Adapun mata uang Asia dilaporkan, Rupiah mengalami penurunan signifikan sebesar 0,17%.  Rupiah ditutup  17.423 per Dolar AS. Yen turun 0,03% menjadi 157,28 per Dolar AS;  SGD turun 0,01% menjadi 1,2770 per Dolar AS; AUD melemah 0,15% ke posisi 0,7156 per Dolar AS; Rupee melemah 0,32% ke 95,3950 per Dolar AS; Yuan menguat  0,16% ke 6,8289 per Dolar AS; Ringgit melemah 0,18% ke 3,9630 per Dolar AS; dan Baht turun 0,09% ke 32,7380 per Dolar AS.

Bursa Eropa

Bursa  saham Eropa bergeral variatif pada Selasa (5/5/2026)  seiring investor mencerna perkembangan terbaru dalam perang melawan Iran. Tak lama setelah bel pembukaan berbunyi, indeks acuan pasar saham Eropa, Stoxx 600 datar, tanpa pergerakan konsensus luas di antara sektor dan bursa utama.

Indeks CAC 40 Prancis menguat +0,42%. Indeks FTSE MIB Italia menanjak +1,36%. Sedangkan Indeks FTSE 100 Inggris melemah -0,90% dan DAX Jerman terkerek +0,70%.

Pasar global terguncang  disaat gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran tampaknya hampir runtuh, setelah Persatuan Emirat Arab (PEA) diserang oleh drone dan rudal Iran.  AS mengatakan telah menenggelamkan kapal-kapal Iran di Selat Hormuz.       

Harga minyak mentah turun pada perdagangan hari Selasa (5/5/2026) petang dan tetap bertahan di dekat US$ 114 per barel.   Harga minyak mentah Brent turun 93 sen atau 0,8%, menjadi US$ 113,51 per barel setelah ditutup naik 5,8% pada  Senin (4/5/2026). Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$ 2,16, atau 2%, menjadi US$ 104,26, setelah naik 4,4% pada sesi sebelumnya. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Ditutup  di Atas Level 7.000

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan...

BI Siapkan 7 Jurus Jitu Jaga Stabilitas Rupiah, Prabowo Beri Restu

BRIEF.ID - Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan tujuh langkah...

Dolar AS Melemah, Rupiah Menguat

BRIEF.ID – Mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) melemah...

Harga Bitcoin Stabil di Level US$ 81.368,8

BRIEF.ID – Harga Bitcoin stabil, pada  Rabu (6/5/2026) sehingga...