BRIEF.ID – Harga minyak merosot tajam pada perdagangan Kamis (18/6/2026), menyusul penandatanganan nota kesepahaman antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri perang dan pembukaan blokade Selat Hormuz.
Pada pukul 16:11 WIB, harga minyak mentah Brent, yang dijadikan sebagai patokan minyak global, turun 2,2% ke level US$ 77,82 per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 2,5% menjadi US$ 74,88 per barel.
Kedua kontrak tersebut menyentuh level terendah sejak 2 Maret 2026. Pada sesi sebelumnya, harga naik 1% setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan dengan Teheran belum final dan memperingatkan bahwa aksi militer dapat berlanjut. Pada lima dari enam sesi, harga minyak telah turun hampir 11%.
Pasar kini sedang menelaah detail-detail yang dilaporkan mengenai kesepakatan awal AS-Iran, yang ditandatangani oleh Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Sejumlah analis mengindikasikan bahwa, meskipun terjadi penurunan, harga minyak mentah mungkin tetap tinggi untuk beberapa waktu, yang mencerminkan potensi lambatnya pemulihan aliran minyak melalui Selat Hormuz dan premi risiko geopolitik yang terus-menerus. (Investing.com/nov)


