BRIEF.ID – Harga minyak mentah turun pada Selasa (19/5/2026) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pembatalan serangan militer yang telah direncanakan terhadap Iran.
Patokan internasional minyak mentah Brent turun 1,33% menjadi US$ 110,61 per barel, sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 0,91% ke level US$ 103,43 per barel karena investor mencerna komentar terbaru Trump.
Ia mengatakan akan serangan yang direncanakan terhadap Iran, yang dijadwalkan pada hari Selasa (19/5/2026) atas permintaan para pemimpin negara-negara Teluk di tengah “negosiasi serius” dengan Teheran, meredakan kekhawatiran pasokan minyak mentah di kalangan pengamat pasar.
Pengumuman mendadak Trump di media sosial pada hari Senin (18/5/2026) terjadi setelah Iran mengatakan telah menanggapi proposal baru AS yang bertujuan untuk mengakhiri perang.
Pernyataan terbaru ini muncul setelah Fatih Birol, kepala Badan Energi Internasional (IEA), mengatakan kepada wartawan pada hari Senin (18/5/2026) di pertemuan para pemimpin keuangan Kelompok Tujuh di Paris bahwa persediaan minyak komersial menipis dengan cepat dan dunia hanya memiliki cadangan minyak yang cukup untuk beberapa minggu ke depan karena penutupan Selat Hormuz. (Euronews.com/nov)


