BRIEF.ID – Harga emas dunia turun hampir 2% pada penutupan perdagangan Senin (29/6/2026) karena investor semakin khawatir bahwa suku bunga di Amerika Serikat (AS) akan tetap tinggi atau bahkan dinaikkan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed.
Harga emas spot turun 1,8% menjadi US$ 4.016,92 per troy ons dan harga emas berjangka turun 1,6% menjadi US$ 4.031,22 per troy ons. Harga emas spot mengalami penurunan selama lima pekan berturut-turut pada hari Jumat, sementara harga emas berjangka mencatat penurunan selama empat minggu berturut-turut dalam lima minggu.
“Pekan lalu, harga emas turun di bawah US$ 4.000 per troy ons, mencapai level terendah sejak awal November. Kemudian harga emas pulih, mendekati US$ 4.100, pada Jumat sore. Namun, hari ini harga emas kembali turun, dan bahkan dolar yang lebih lemah pun tidak mampu membantu mendorong harga emas,” kata David Morrison, analis pasar senior di Trade Nation.
Ia mengatakan, pertanyaan yang harus diajukan para trader sekarang adalah apakah harga emas sudah mencapai titik terendah, mengingat aksi jual selama lima bulan dari level tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada akhir Januari, atau apakah harga emas masih akan turun lebih jauh?” tanyanya.
“Jika harga emas kembali turun di bawah US$ 4.000, akankah harga emas menembus level terendah yang terlihat pada akhir Oktober, tepat di bawah US$ 3.900? Jika ya, maka hanya ada sedikit dukungan teknis sampai harga turun di bawah $3.500. MACD harian kembali berada di wilayah oversold. Tetapi tidak seoversold seperti pada akhir Maret,” tambah Morrison. (Investing.com/nov)


