Harga Emas Dunia Diprediksi Tembus US$4.400 per Troy Ounce, Intip Saham Potensial

BRIEF.ID – Harga emas dunia diprediksi akan melanjutkan reli hingga menembus level US$4.400 per troy ounce, seiring data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang melemah, dan pembelian agresif bank-bank sentral.

Samuel Sekuritas dalam review harian, Rabu (12/8/2026), menilai logam mulia masih penjadi pilihan investasi terbaik di tengah ketidakpastian saat ini, meskipun sempat mengalami koreksi.

Pada akhir perdagangan Selasa (11/8/2026), harga emas dunia di pasar spot ditutup melemah 0,46% ke level US$ 4.371,4 per troy ounce.

Sebelumnya, harga emas dunia mencatat kenaikan hampir 4% selama dua hari berturut-turut. Selama sepekan terakhir, harga emas dunia juga masih membukukan kenaikan lebih dari 7%.

Potensi lonjakan harga emas dunia datang seiring konsensus pasar yang memperkirakan inflasi AS periode Juli 2026 mengalami peningkatan.

US Bureau of Labor Statistics akan mengumumkan data inflasi AS periode Juli 2026, pada Rabu (12/8/2026) waktu setempat, atau Kamis (13/8/2026) dinihari WIB.

Konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg, memperkirakan inflasi AS pada Juli 2026 sebesar 0,1% secara bulanan atau month-to-month (mtm). Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan Juni 2026 yang mengalami deflasi 0,4% mtm.

Sementara inflasi inti AS untuk Juli 2026 diperkirakan sebesar 0,2% mtm. Adapun inflasi inti secara tahunan atau year-on-year (yoy) diprediksi sebesar 2,5%.

Peluang harga emas dunia melonjak ke level US$4.400 per troy ounce juga dipicu pembelian masif yang dilakukan bank-bank sentral dari berbagai negara.

Pada kuartal II 2026, pembelian bersih emas dunia oleh bank-bank sentral tercatat mencapai 289 ton. Aksi pembelian ini dipimpin oleh bank sentral Polandia dan Tiongkok untuk memperkuat cadangan devisa.

“Dengan demikian, emas berpotensi melanjutkan reli menuju US$4.400 per troy ounce, karena data AS yang lemah, ditambah pembelian agresif dari bank sentral,” demikian rilis Samuel Sekuritas, di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Selain emas, komoditas pertambangan lainnya yang berpotensi mengalami lonjakan harga, adalah timah, dan batubara. Timah diprediksi mempertahankan tren bullishnya karena gangguan pasokan. Sedangkan batubara diperkirakan masih berada di kisaran harga US$130 per ton di tengah potensi kenaikan RKAB.

Terkait dengan peluang reli sejumlah komoditas pertambangan tersebut, Samuel Sekuritas merekomendasikan beberapa saham sebagai pilihan utama investasi, yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Amman Mineral International Tbk (AMMN), dan PT Timah Tbk (TINS). (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, Sempat Dirawat Insentif di RS Siloam

BRIEF.ID - Guruh Soekarnoputra, seniman sekaligus politisi Partai Demokrasi...

BEI Ubah Batas Harga Minimum Auto Rejection Jadi Rp1 per Saham, Tak Lagi Pakai Presentase

BRIEF.ID - Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan mengubah ketentuan...

IHSG Terkoreksi 3,09% Sepanjang Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Turun Rp361 Triliun

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

PLN EPI Bidik 60,6 Juta Ton Biomassa, Kembangkan Bioenergi hingga Biohidrogen dan Biofuel

BRIEF.ID - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI)...