BRIEF.ID – Harga Bitcoin kembali tertekan pada perdagangan Selasa (28/7/2026), turun ke level terendah dalam 10 hari di tengah aksi jual saham-saham teknologi global dan meningkatnya kehati-hatian investor menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Bitcoin, mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, turun 2,7% menjadi US$63.506,8. Pelemahan tersebut membawa Bitcoin ke level terendah sejak 17 Juli 2026, sekaligus mendekati level psikologis US$63.000.
Tekanan terhadap Bitcoin terjadi seiring melemahnya saham-saham teknologi, terutama sektor semikonduktor yang terkait dengan pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Di Asia, indeks Kospi terkoreksi tajam setelah investor melepas saham produsen chip, seperti Samsung Electronics dan SK Hynix.
Aksi jual dipicu kekhawatiran terhadap keberlanjutan belanja besar untuk infrastruktur AI di tengah meningkatnya persaingan dari produsen chip memori asal Tiongkok. Kondisi tersebut mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk mata uang kripto.
Sentimen negatif juga dipengaruhi sikap hati-hati investor menjelang hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan diumumkan pada Rabu (29/7/2026). Berdasarkan CME FedWatch, pasar memperkirakan peluang sekitar 38% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan kali ini. Sementara itu, probabilitas kenaikan suku bunga pada September meningkat menjadi lebih dari 80%.
Prospek suku bunga yang lebih tinggi dinilai dapat mengurangi daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya, karena investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen berpendapatan tetap yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.
Di sisi lain, pemulihan Bitcoin juga masih dibayangi arus keluar dana yang berlanjut dari exchange-traded funds (ETF) Bitcoin spot yang tercatat di Amerika Serikat. Kondisi tersebut menunjukkan minat investor institusional terhadap aset kripto belum sepenuhnya pulih.
Meski demikian, sentimen geopolitik menunjukkan perbaikan setelah Amerika Serikat dan Iran memilih melanjutkan jalur diplomasi serta menahan diri dari eskalasi konflik sejak akhir pekan lalu. Perkembangan ini membantu meredakan sebagian kekhawatiran pasar, meski belum cukup kuat untuk mengangkat harga aset digital.
Pelaku pasar kini menantikan keputusan The Fed beserta pernyataan ketuanya sebagai petunjuk arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Hasil pertemuan tersebut diperkirakan akan menjadi katalis utama bagi pergerakan Bitcoin dan aset berisiko lainnya dalam beberapa pekan mendatang. (Investing.com/nov)


