BRIEF.ID – Apple Inc. nyaris menjadi perusahaan publik kedua di dunia yang mencapai kapitalisasi pasar US$5 triliun, setelah sahamnya sempat menyentuh level tertinggi intraday US$ 342,89 per lembar pada perdagangan Selasa (28/7/2026) waktu Amerika Serikat (AS).
Kenaikan tersebut mendorong nilai pasar Apple mencapai sekitar US$ 5,036 triliun. Namun, saham Apple kembali melemah ke bawah US$ 340 menjelang penutupan perdagangan, sehingga belum mengukuhkan kapitalisasi pasar US$ 5 triliun. Untuk menembus level itu secara resmi, saham Apple harus ditutup di atas US$ 340,43 per saham.
Pencapaian gemilang diraih kurang dari setahun setelah Apple melampaui kapitalisasi pasar US$ 4 triliun pada Oktober 2025.
Sepanjang tahun berjalan, saham Apple telah menguat sekitar 24%, sementara dalam 12 bulan terakhir melonjak hampir 60%. Penguatan tersebut ditopang oleh penjualan iPhone yang tetap kuat serta disiplin perusahaan dalam mengelola belanja modal.
Berbeda dengan sejumlah perusahaan teknologi yang menggelontorkan investasi besar untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI), Apple memilih pendekatan yang lebih efisien. Perusahaan itu memanfaatkan teknologi Google untuk mendukung sejumlah fitur AI, termasuk pembaruan Siri, sehingga dapat menjaga arus kas dan menghindari lonjakan belanja modal.
Investor kini menantikan laporan keuangan Apple untuk kuartal ketiga yang dijadwalkan dirilis setelah penutupan perdagangan di Bursa Wall Street, New York, Amerika Serikat, pada 30 Juli 2026. Kinerja tersebut akan menjadi indikator penting untuk menilai prospek pertumbuhan Apple di tengah persaingan industri teknologi dan meningkatnya adopsi AI. (Investing.com/nov)


