BRIEF.ID – Ancaman El Nino kini tak hanya berkaitan dengan meningkatnya suhu dan perubahan pola cuaca tetapi juga memiliki dampak berkurangnya ketersediaan air bersih di sejumlah daerah.
Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang) Saan Mustopa mengatakan bahwa hal itu merupakan ancaman yang serius untuk masyarakat.
Maka dari itu, Saan meminta masyarakat untuk mulai meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi kondisi cuaca yang berpotensi mengurangi ketersediaan air bersih seperti di antaranya penggunaan air berlebihan yang perlu dihindari sejak sekarang.
“Makanya tentu kewaspadaan, kehati-hatian dan plus juga penggunaan air bersih harus lebih hemat,” tutur Saan dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (31/8).
Menurut Saan, persoalan air bersih perlu mendapat perhatian serius karena air merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Dia mengatakan ketika kondisi lingkungan mengalami kekeringan, keterbatasan pasokan air dapat langsung berdampak pada kehidupan sehari-hari.
Maka dari itu, ia mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dan tidak menghamburkannya. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air ketika tekanan terhadap sumber daya air semakin besar.
Saan bahkan memperingatkan bahwa persoalan air berpotensi menjadi masalah besar di masa depan. Perubahan kondisi iklim dapat membuat sumber air semakin terbatas dan meningkatkan tekanan terhadap masyarakat.
“Air ke depan juga akan menjadi persoalan serius buat kita semua,” kata Saan.
Menurutnya, ancaman tersebut tidak bisa hanya dihadapi dengan mengandalkan perubahan perilaku masyarakat, tetapi dari pihak Pemerintah juga harus memperkuat langkah antisipasi agar ketersediaan air tetap terjaga ketika terjadi kekeringan.
Saan mendorong Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, untuk terus melakukan inovasi dalam pengelolaan dan penyediaan sumber daya air.
Inovasi itu diperlukan untuk menghadapi tantangan ketersediaan air yang semakin kompleks. Infrastruktur penampungan, distribusi, hingga teknologi pengelolaan air dinilai perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi ketahanan air nasional.
“Pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu memastikan masyarakat, terutama di wilayah yang akses air bersihnya masih terbatas, mendapatkan perlindungan dan layanan air yang memadai,” ujarnya.
Dia juga menekankan bahwa persoalan air merupakan tanggung jawab bersama, maka Pemerintah perlu menyiapkan infrastruktur dan teknologi, sementara masyarakat berperan dengan menggunakan air secara efisien.
Menurut Saan, sinergi tersebut menjadi semakin penting apabila ancaman kekeringan benar-benar meningkat akibat kondisi iklim. Antisipasi sejak dini dinilai lebih baik daripada menunggu persoalan air berubah menjadi krisis.
Dia berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat memperkuat kerja sama untuk menghadapi potensi dampak El Nino.
“Upaya itu sekaligus menjadi bagian dari langkah menjaga ketahanan air Indonesia di tengah perubahan kondisi iklim,” tutupnya. (ayb)


