BRI Salurkan KUR untuk 2 Juta Debitur, Tembus Rp103,8 Triliun hingga Juni 2026

BRIEF.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada lebih dari 2 juta debitur dengan total nilai mencapai Rp103,8 triliun sepanjang Januari-Juni 2026.

Jika ditarik lebih panjang, peran BRI dalam penyaluran KUR telah mencapai skala yang jauh lebih besar. Secara kumulatif sejak 2015-Juni 2026, total penyaluran KUR BRI mencapai Rp1.539 triliun kepada 48,4 juta nasabah.

Penyaluran pembiayaan tersebut menjadi bagian dari strategi BRI mempertahankan UMKM sebagai core business perseroan. Hingga akhir Triwulan II 2026, kredit BRI kepada segmen UMKM mencapai Rp1.235,4 triliun atau tumbuh 8,6% yoy. Porsinya kini mencapai sekitar 75,1% dari keseluruhan portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan pembiayaan tidak dapat dipisahkan dari pemberdayaan pelaku UMKM. “Bagi BRI, pembiayaan dan pemberdayaan merupakan satu kesatuan. Kami ingin menciptakan siklus pertumbuhan yang berkelanjutan: UMKM memperoleh akses keuangan, mendapatkan pemberdayaan dan pendampingan, meningkatkan kapasitas usahanya, kemudian naik kelas dan semakin terintegrasi ke dalam ekosistem ekonomi yang lebih besar,” tutur Hery dalam pemaparan kinerja BRI di Jakarta, Senin (31/8).

Menurut Hery, pendekatan pemberdayaan UMKM dilakukan secara end-to-end, mulai dari tingkat desa, komunitas usaha, hingga pelaku usaha secara individual.

Dia membeberkan hingga bulan Juni 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.700 desa binaan. Sementara itu, Program Klasterku Hidupku menjangkau lebih dari 44.000 klaster usaha.

Tidak hanya itu, platform digital LinkUMKM telah menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM dan pendampingan melalui Rumah BUMN telah melibatkan sekitar 596.000 pelaku UMKM hingga Juni 2026.

Hery menegaskan, pendekatan tersebut telah memperluas peran BRI dari sekadar lembaga intermediasi keuangan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

“Pada akhirnya, keberhasilan BRI tidak hanya kami ukur dari pertumbuhan aset, kredit, maupun laba. Yang juga penting adalah seberapa besar pertumbuhan tersebut mampu menciptakan nilai, membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk berkembang, dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” tutup Hery. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Petani Banggai Tak Punya Sawah, Mentan Amran Beri Hand Tractor untuk Usaha Jasa

BRIEF.ID - Pemerintah mengklaim berupaya memperluas akses ekonomi bagi...

Jelang Persija vs Persib, 17.800 Personel Disiapkan, Suporter Diminta Tahan Provokasi

BRIEF.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama aparat...

Bulog Gandeng TNI Salurkan Bantuan Beras kepada 33,2 Juta Penerima

BRIEF.ID - Perum Bulog menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI)...

Shin Tae-yong Kembali ke SUGBK, Persija vs Persib Jadi Duel Sarat Gengsi

BRIEF.ID - Shin Tae-yong akan kembali menginjakkan kaki di...