Diversifikasi Sumber Pertumbuhan, BRI Komitmen Pertahankan DNA Kerakyatan

BRIEF.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI tengah memperluas sumber pertumbuhan bisnis, namun rencana ekspansi itu tidak membuat perseroan meninggalkan segmen yang selama ini menjadi DNA utamanya, yakni Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Hingga akhir Triwulan II 2026, sekitar 75,1% dari total portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group masih disalurkan kepada UMKM. Nilainya mencapai Rp1.235,4 triliun atau tumbuh 8,6% secara tahunan.

Pada saat bersamaan, BRI terus mengembangkan segmen consumer, small-medium-commercial, corporate, serta sumber pertumbuhan baru melalui akuisisi value chain dan ekosistem, penyempurnaan product value proposition dan targeting, hingga perluasan layanan bullion bank.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyebut strategi itu menjadi bagian dari transformasi BRIVolution Reignite yang diarahkan untuk membangun mesin pertumbuhan yang lebih terdiversifikasi. Menurutnya, diversifikasi bisnis tidak akan mengubah posisi UMKM sebagai fondasi utama perseroan.

“Besarnya porsi tersebut menunjukkan bahwa diversifikasi sumber pertumbuhan BRI tidak mengubah DNA perseroan sebagai bank yang tumbuh bersama ekonomi kerakyatan. Penguatan segmen consumer, small-medium-commercial, corporate, serta pengembangan new core dilakukan untuk menciptakan struktur bisnis yang semakin terdiversifikasi, sementara UMKM tetap menjadi fondasi utama bisnis BRI,” ujar Hery dalam pemaparan kinerja BRI di Jakarta, Senin (31/8).

Secara keseluruhan, kredit dan pembiayaan BRI hingga Triwulan II 2026 tumbuh 16,2% yoy menjadi Rp1.646 triliun. Aset perseroan mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7% yoy.

Pertumbuhan tersebut turut mendorong laba bersih BRI Group mencapai Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5% yoy. Hery mengatakan BRI ingin memastikan ekspansi bisnis tidak hanya menghasilkan pertumbuhan bagi perseroan, tetapi juga memberikan dampak terhadap ekonomi masyarakat.

“BRI tetap konsisten menjadikan UMKM sebagai core business. Kami percaya pertumbuhan BRI harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, ekspansi bisnis yang kami lakukan akan tetap berpijak pada upaya memperluas akses pembiayaan dan memperkuat kapasitas UMKM Indonesia,” kata Hery.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui pemberdayaan. Hingga Juni 2026, Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.700 desa binaan, Klasterku Hidupku lebih dari 44 ribu klaster usaha, LinkUMKM sekitar 17,3 juta pelaku UMKM, serta Rumah BUMN sekitar 596 ribu pelaku UMKM.

Dengan demikian, strategi BRI tidak hanya bertumpu pada ekspansi kredit, tetapi juga membangun ekosistem pemberdayaan untuk mendorong pelaku UMKM meningkatkan kapasitas dan naik kelas. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

El Nino Mengintai, DPR Ingatkan Ancaman Krisis Air: Masyarakat Diminta Hemat Air

BRIEF.ID - Ancaman El Nino kini tak hanya berkaitan...

Survei Poltracking: Program MBG Mulai Kehilangan Dukungan Masyarakat

BRIEF.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi...

BRI Ungkap Hasil Transformasi BRIVolution Reignite, Laba Triwulan II 2026 Tumbuh 17,5%

BRIEF.ID - Transformasi bisnis yang saat ini dijalankan PT...

BRI Salurkan KUR untuk 2 Juta Debitur, Tembus Rp103,8 Triliun hingga Juni 2026

BRIEF.ID - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau...