BRIEF.ID – Dua kapal kepolisian dikerahkan untuk mengangkut bantuan logistik bagi warga terdampak gempa bumi di daratan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebanyak 17,5 ton beras, 3.500 liter minyak goreng, dan 3.500 paket sembako disiapkan untuk dikirim ke sejumlah wilayah terdampak.
Bantuan tersebut merupakan logistik dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang dikemas di Gudang Bulog Labuan Bajo, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
Proses pengemasan dimulai sekitar pukul 14.00 Wita. Sejumlah personel Polri, termasuk polisi wanita (Polwan) Polres Manggarai Barat, ikut terlibat dalam penyiapan ribuan paket bantuan sebelum dikirim melalui jalur laut.
Setelah seluruh logistik dikemas, bantuan diangkut menggunakan dua dump truck dan satu kendaraan Dalmas roda enam menuju Dermaga Pelni Marina Labuan Bajo.
Dari dermaga tersebut, logistik dimuat ke dua kapal Polairud, yakni KM BIMA-7014 milik Polairud Mabes Polri dan KP Pulau Padar XXII-3018 milik Polairud Polda NTT.
Rencananya, kedua kapal berangkat pada Selasa (18/8/2026) menuju Dermaga Reo, Kabupaten Manggarai. Lokasi tersebut dipilih sebagai salah satu akses yang dinilai relatif aman untuk menuju wilayah terdampak gempa.
Bantuan yang dikirim bukan sekadar beras. Polri menyiapkan berbagai kebutuhan dasar untuk masyarakat terdampak.
Total logistik yang dimuat terdiri atas 3.500 kantong beras Bulog berkapasitas 5 liter atau sekitar 17.500 kilogram, sekitar 3.500 liter minyak goreng, 3.500 paket sembako, serta 500 mainan anak.
Setiap paket sembako berisi lima bungkus mi instan, satu botol kecap, satu kotak teh, satu kilogram gula pasir, dan satu kotak biskuit.

Bantuan tersebut akan didistribusikan secara bertahap mulai dari Kabupaten Manggarai hingga Kabupaten Sikka. Jumlah bantuan yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Selain logistik dari Kapolri, Polres Manggarai Barat juga menambahkan peralatan dapur berupa 10 lusin sendok makan, 10 panci, 10 wajan atau kuali, serta 10 centong sayur atau ikan.
Kepala Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Kakorpolairud) Irjen Pol. Raden Firdaus Kurniawan Ferry turut memantau proses pemuatan bantuan ke dua kapal tersebut pada Senin sore.
Dia juga memastikan seluruh bantuan yang dikumpulkan telah disiapkan untuk segera menjangkau masyarakat yang terdampak gempa.
“Polri memastikan bantuan logistik untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores dapat segera didistribusikan. Kami terus melakukan monitoring dan memastikan seluruh bantuan yang telah dikumpulkan dan dimuat ke kapal dalam kondisi siap untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (19/8).
Menurut Firdaus, pengiriman bantuan melalui jalur laut menjadi bagian dari upaya Polri memastikan kebutuhan dasar warga di wilayah terdampak dapat segera terpenuhi.
Firdaus menegaskan bahwa distribusi akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan setiap daerah.
“Pendistribusian ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Bantuan akan disalurkan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah terdampak, sehingga dapat diterima oleh masyarakat secara tepat sasaran,” katanya.
Polri juga memastikan distribusi bantuan tidak dilakukan sendiri. Koordinasi dengan jajaran kewilayahan dan berbagai pihak terus dilakukan untuk memastikan logistik dapat tiba dengan aman.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan jajaran kewilayahan dan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses distribusi berjalan aman, lancar, dan efektif. Apabila masih terdapat tambahan bantuan, tentunya akan kami data dan distribusikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujarnya.
Dengan menggunakan dua kapal Polairud, Polri menargetkan bantuan dapat disalurkan secara bertahap ke wilayah terdampak gempa di daratan Pulau Flores, dari Kabupaten Manggarai hingga Kabupaten Sikka.
Pengiriman ini sekaligus menjadi bagian dari respons tanggap darurat Polri untuk memastikan warga terdampak tidak hanya mendapat bantuan pangan, tetapi juga kebutuhan dasar lainnya selama proses pemulihan pascabencana. (ayb)


