Ditanya Soal Timnas Sepak Bola Pantai Gading, Klopp Tinggalkan Wawancara  

BRIEF.ID – Mantan pelatih Jürgen Klopp mendadak mengakhiri sesi wawancara pada Piala Dunia 2026,  setelah ditanya mengenai komentar kontroversial Bastian Schweinsteiger tentang gaya permainan tim nasional Pantai Gading.

Kontroversi bermula ketika Schweinsteiger, yang bertugas sebagai komentator televisi Jerman, menggambarkan permainan Pantai Gading sebagai “sepak bola Afrika” yang “sedikit tidak konvensional, liar, dan tidak terlalu taktis.”

Pernyataan itu langsung memicu kritik karena dianggap mengandung stereotip rasial terhadap tim-tim Afrika.

Saat diwawancara Deutsche Welle di New York, Amerika Serikat, Klopp diminta memberikan tanggapannya atas pernyataan tersebut. Namun, mantan pelatih Liverpool FC itu menolak terlibat dalam perdebatan yang berkembang.

“Ini isu yang serius, dan saya bahkan tidak tahu apa yang pantas untuk dikatakan,” ujar Klopp sebelum mengakhiri wawancara dan meninggalkan lokasi. Ia juga menyindir pewawancara karena mengangkat kembali topik yang menurutnya sangat sensitif.

Dikutip dari The Washington Post, Kamis (25/6/2026), Klopp yang kini bekerja sebagai analis untuk penyiar Magenta TV selama Piala Dunia 2026, mengaku bersyukur karena belum ada yang menanyakan isu tersebut kepadanya. Namun, ketika pertanyaan itu akhirnya muncul, ia memilih  tidak memberikan komentar lebih lanjut.

“Syukurlah, pikirku, tidak ada yang menanyakan hal itu padaku. Kau menemukan momen yang tepat. Dan yang mengejutkan, kau orang Jerman. Itu sangat mengejutkanku,” katanya dengan nada ironis sebelum pergi.

Seperti diberitakan Associated Press, perdebatan mengenai ucapan Schweinsteiger terus bergulir di Jerman. Sejumlah pengamat menilai istilah yang digunakannya mencerminkan stereotip lama terhadap sepak bola Afrika, meskipun beberapa pihak menegaskan bahwa mereka tidak menganggap Schweinsteiger sebagai seorang rasis.

Insiden ini menjadi salah satu kontroversi terbesar di luar lapangan selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026 dan kembali memunculkan diskusi mengenai sensitivitas bahasa serta representasi ras dalam dunia sepak bola. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Korban Gempa Kembar Venezuela Tembus 164 Tewas, 971  Orang Terluka

BRIEF.ID – Jumlah korban akibat dua gempa bumi hebat...

Nyanyian Homofobik Berkumandang pada Pertandingan Piala Dunia Meksiko vs Ceko

BRIEF.ID – Nyanyian homofobik yang selama bertahun-tahun menjadi kontroversi...

Gempa Bumi Dahsyat Guncang Venezuela, 32 Orang Dikabarkan Tewas

BRIEF.ID - Venezuela dilanda gempa bumi dahsyat ganda (twin...

Barclays: Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Segera Berakhir

BRIEF.ID – Bank papan atas Inggris, Barclays memperkirakan pelemahan...