Disbud DKI Jadwalkan 10 Kali Pementasan Sandiwara Sunda “Miss Tjitjih”  

BRIEF.ID – Dinas Kebudayaan DKI Jakarta menjadwalkan 10 kali pementasan Sandiwara Sunda Miss Tjitjih 1928,  sepanjang tahun 2026 di Gedung Kesenian Miss Tjitjih, Cempaka Baru Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Direncanakan sepanjang tahun 2026, terdapat 10 kali pertunjukan Sandiwara Sunda Miss Tjitjih 1928 yang bersifat gratis,” kata Kepala Unit Pengelola Gedung Pertunjukan Seni Budaya (UP GPSB), Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Rinaldi di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Rinaldi menyampaikan, jadwal pementasan rutin Sandiwara Sunda Miss Tjitjih 1928 dilakukan sesuai kesepakatan kerja sama dengan Perkumpulan Kesenian Miss Tjitjih 1928,  yang tetap memperhatikan kemampuan keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Hingga April 2026  sudah dua kali diadakan pementasan rutin, salah satunya berjudul “Kembang Turangga Jati” pada Sabtu (18/4/2026).

Sebanyak 553 orang mendaftar untuk menonton pertunjukan, Namun,  penyesuaian kapasitas kursi yang tersedia,  hanya 252 orang yang bisa menonton pementasan. Menurut Rinaldi, banyaknya pendaftar ini menunjukkan antusiasme warga yang tinggi terhadap seni pertunjukan tradisional.

“Animo masyarakat terhadap pertunjukan seni budaya begitu tinggi, minat ini terlihat dari jumlah penonton yang mendaftar dan menariknya didominasi oleh para generasi muda di Jakarta,” ujar dia.

Rinaldi menyampaikan, animo yang tinggi ini menjadi indikator bahwa seni pertunjukan tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat urban dan akan tetap tumbuh, hidup, serta lestari.

Selain sebagai hiburan, pementasan ini juga berperan sebagai media edukasi dan pelestarian budaya Sunda, sekaligus memperkuat identitas multikultural Jakarta.

Sementara itu, pementasan “Kembang Turangga Jati” mengangkat kisah tentang sebuah pusaka sakral bernama Karancang Bala, yang diyakini memiliki kekuatan luar biasa yang mampu membawa berkah berupa kekuasaan, kejayaan, dan kemakmuran bagi sebuah negara.

Keberadaan pusaka tersebut menjadi incaran banyak pihak, terutama bagi mereka yang memiliki ambisi besar untuk menguasai wilayah dan memperluas pengaruh seperti Raja Alas Bandawasa.

Raja Alas Bandawasa dikenal sebagai seorang penguasa yang memiliki hasrat kuat terhadap kekuasaan. Ambisinya yang tak terbendung membuatnya terobsesi untuk mendapatkan Karancang Bala demi memperkuat kedudukannya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, dia tidak segan melakukan berbagai cara, termasuk memicu konflik dan menciptakan kericuhan di dalam negara maupun dengan pihak-pihak lain yang juga mengincar pusaka tersebut. (Ant/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Berpotensi Terkoreksi, Investor Cermati Keputusan BI dan Aksi Profit Taking

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpotensi...

Harga Emas Dunia Naik, Investor Berburu Aset Safe Haven

BRIEF.ID – Harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan,...

Harga Minyak Mentah Brent Tembus US$ 94,07 per Barel, Perdagangan di Wall Street Lesu

BRIEF.ID – Harga minyak dunia melonjak sekitar 3% pada...

Kinerja Kuartal II Lampaui Ekspetasi, Google Tingkatkan Belanja Infrastruktur AI

BRIEF.ID – Alphabet Inc., perusahaan induk Google, mengumumkan peningkatan...