BRIEF.ID – Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street ditutup menguat tipis pada perdagangan Rabu (28/10/2026), setelah Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga sesuai ekspektasi pasar.
Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan kondisi keuangan mengalami pengetatan dibandingkan saat bank sentral menetapkan keputusan suku bunga pada September lalu.
Investor kini mengalihkan perhatian pada laporan keuangan kuartalan Microsoft dan Alphabet yang dirilis setelah penutupan perdagangan.
Penguatan kembali saham-saham terkait kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) turut menopang pasar. Sentimen positif terbaru datang dari kinerja laba SK Hynix, produsen chip memori yang mencatatkan hasil jauh di atas ekspektasi.
Namun, kekhawatiran mengenai pembiayaan investasi AI yang bertumpu pada utang masih membayangi pasar. Investor akan mencermati laporan keuangan perusahaan-perusahaan teknologi besar yang dikenal sebagai Magnificent Seven, terutama rencana belanja modal mereka untuk pengembangan AI.
Indeks S&P 500 naik 0,4 persen menjadi 7.750,88 poin. Dow Jones Industrial Average, yang berisi saham-saham unggulan, menguat 0,2 persen ke posisi 52.479,62 poin. Sementara itu, Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi bertambah 0,3 persen menjadi 26.549,85 poin.
Pasar Menanti Arah Kebijakan The Fed
Peter Tuz, Presiden Chase Investment Counsel, mengatakan keputusan The Fed mempertahankan suku bunga telah diperhitungkan oleh pelaku pasar.
“Pasar pada dasarnya telah memperhitungkan bahwa tidak akan ada kenaikan suku bunga pada hari ini. Namun, inflasi masih belum bergerak menuju target The Fed sebesar 2 persen,” kata Tuz dikutip dari Investing.com.
Ia memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga kembali menjadi bahan pembicaraan setelah pemilihan umum AS pada November.
Menurut Tuz, faktor terbesar yang memengaruhi pergerakan pasar saat ini adalah kinerja keuangan perusahaan. Sejumlah perusahaan besar yang berkaitan dengan industri AI dijadwalkan menyampaikan hasil kuartalan, sehingga laporan tersebut berpotensi memengaruhi arah perdagangan saham.
Ia menilai hasil keuangan perusahaan akan positif. Namun, ia mengingatkan bahwa proyeksi bisnis ke depan mungkin lebih moderat di tengah berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik global.
Sementara itu, kinerja SK Hynix memberikan dorongan bagi saham-saham yang berkaitan dengan AI, khususnya perusahaan yang memasok komponen memori untuk pusat data dan infrastruktur komputasi.
Namun, investor tetap mempertimbangkan risiko besarnya belanja modal perusahaan teknologi untuk membangun kapasitas AI. Jika pengeluaran tersebut meningkat lebih cepat daripada pendapatan yang dihasilkan, kekhawatiran mengenai tingkat pengembalian investasi dan pembiayaan berbasis utang dapat kembali menekan saham sektor teknologi. (nov)


