BRIN: Space 2045 Perkuat Industri Dirgantara dan Antariksa

BRIEF.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) optimistis Peta Jalan Keantariksaan Indonesia 2045 atau Space 2045 akan memperkuat industri dirgantara dan antariksa dalam negeri.

Menurut Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, BRIN akan memastikan Indonesia bisa mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari Space 2045 secara keseluruhan untuk industri dirgantara dan antariksa.

“Untuk mendukung cita-cita ini, BRIN sedang mengupayakan penciptaan wadah besar, tidak hanya di bidang aktivitas riset, namun juga praktik kolaborasi,” kata Handoko, di Jakarta, Selasa (26/11/2024).

Dia menjelaskan, BRIN juga menjalin beberapa kerja sama pengembangan (co-development) dengan sejumlah industri dirgantara dan antariksa internasional, salah satunya dengan industri dirgantara asal Turki, Türk Havacılık ve Uzay Sanayi A.Ş. (TUSAŞ).

“Kami memanfaatkan skema mobilitas periset, untuk kemudian bisa menciptakan skema kerja sama yang basisnya diawali dengan internship, yang basisnya co-development,” ujar Handoko.

Dia mengungkapkan, BRIN menargetkan dapat mengaplikasikan teknologi penginderaan jauh (remote sensing), untuk diterapkan sebagai langkah awal dalam mengembangkan industri kedirgantaraan dalam negeri.

Teknologi ini, diaplikasikan dengan pembuatan pesawat tanpa awak atau drone, yang digunakan untuk berbagai keperluan sipil yang memerlukan pencitraan data satelit, seperti pemetaan wilayah, prakiraan mitigasi bencana, dan lain sebagainya.

Handoko menyampaikan, hal ini tidak muluk-muluk, sebab Indonesia memiliki wilayah yang luas, sehingga memerlukan teknologi ini guna mempermudah kerja-kerja pemerintah maupun swasta dalam menangani berbagai permasalahan.

“Oleh karena itu di Space 2045 kita akan fokus remote sensing misalnya, karena (melalui) remote sensing itu, Indonesia bisa menciptakan space economy,” tutur Handoko.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Rupiah Ambruk ke Level Rp17.600 per Dolar AS Usai Libur Panjang, Terlemah di Asia

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah ambruk ke level...

Investor Khawatir Kenaikan Inflasi di AS

BRIEF.ID – Kalangan investor institusional semakin khawatir terhadap risiko...

Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.764.000 per Gram Terseret Lonjakan Harga Minyak Dunia

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Kapitalisasi Pasar Nvidia US$ 5,7 Triliun, Lampaui PDB Jerman

BRIEF.ID –  Kapitalisasi pasar Nvidia berhasil menembus angka US$...