BRIEF.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis Buletin Informasi Iklim Juli 2026 yang memuat analisis kondisi iklim terkini serta prakiraan cuaca dan curah hujan untuk beberapa bulan ke depan. BMKG mengingatkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.
BMKG menyebutkan bahwa pada Dasarian III Juli 2026, sekitar 76,5% wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah. Kondisi kering diperkirakan meliputi sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga beberapa wilayah Papua.
BMKG menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh menguatnya fenomena El Nino, yang berpotensi mencapai kategori kuat pada tahun ini. Di sisi lain, dinamika atmosfer masih memungkinkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah, sehingga masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara lokal.
Selain memuat prakiraan curah hujan, buletin tersebut juga menyajikan analisis dinamika atmosfer dan laut, perkembangan El Niño–Southern Oscillation (ENSO), Indian Ocean Dipole (IOD), monsun, suhu muka laut, serta informasi mengenai ketersediaan air bagi sektor pertanian dan potensi titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BMKG mengimbau pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap dampak musim kemarau, seperti kekeringan, krisis air bersih, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi cuaca dan iklim terbaru yang dirilis BMKG sebagai dasar pengambilan keputusan dalam berbagai aktivitas. (nov)


