BRIEF.ID – Bitcoin diperdagangkan di atas US$ 64.000, pulih dari penurunan pekan lalu karena investor memantau negosiasi AS-Iran di Swiss serta tanda-tanda terjadinya bullish berkelanjutan di pasar derivatif kripto.
Mata uang kripto terbesar di dunia itu, Minggu (21/6/2026) naik 0,6% ke level US$ 64.166,8. Pemulihan ini terjadi ketika pejabat AS dan Iran membuka pembicaraan yang bertujuan untuk mengamankan gencatan senjata permanen setelah nota kesepahaman antara kedua negara pekan lalu.
Pasar tetap fokus pada perkembangan seputar Selat Hormuz setelah Iran memperbarui ancaman untuk menutup jalur pelayaran utama tersebut meskipun telah mengirimkan negosiator ke Swiss.
Kesepakatan yang berkelanjutan dapat mendukung aset berisiko, sementara gangguan baru terhadap pasokan energi global dapat menekan mata uang kripto bersama dengan pasar yang lebih luas.
Terlepas dari volatilitas baru-baru ini, aktivitas di pasar opsi menunjukkan banyak pedagang terus mengharapkan harga yang lebih tinggi di akhir tahun ini.
Data Deribit menunjukkan opsi beli (call option) lebih banyak daripada opsi jual (put option) dalam total minat terbuka (open interest), dengan salah satu kontrak paling aktif terkait dengan target harga Bitcoin US$ 120.000 pada Desember 2026.
Posisi opsi di bursa utama juga menunjukkan apa yang disebut level “max pain” (titik kritis) yang meningkat menuju US$ 75.000 pada akhir tahun ini, menunjukkan ekspektasi harga yang lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang.
Kehati-hatian jangka pendek tetap terlihat. Perdagangan opsi jual (put option) baru-baru ini melebihi volume opsi beli (call option), mencerminkan aktivitas lindung nilai (hedging) karena para pedagang menghadapi ketidakpastian geopolitik dan pergeseran ekspektasi makroekonomi. (Investing.com/nov)


