BRIEF.ID – Harga Bitcoin bertahan di kisaran US$78.000 pada perdagangan Sabtu (29/8/2026), setelah terkoreksi tajam dari level tertinggi tiga bulan di atas US$ 81.000. Pergerakan ini kembali menguji narasi bahwa Bitcoin mulai berperilaku lebih menyerupai emas ketimbang aset teknologi berisiko tinggi.
Mengutip Investing.com, Minggu (30/8/2026), Bitcoin diperdagangkan di level US$ 78.062, menguat sekitar 0,9% dalam sesi terakhir. Sebelumnya, harga Bitcoin sempat menembus US$81.000 pada pekan ini.
Perubahan karakter Bitcoin terlihat pada meningkatnya korelasi dengan emas. Data Grayscale menunjukkan korelasi 90 hari Bitcoin dengan emas telah menembus 50%, dibandingkan hampir nol pada awal 2026. Sebaliknya, korelasi Bitcoin dengan indeks Nasdaq 100 turun menjadi sekitar 33%, dari lebih dari 60%.
Perubahan ini mengindikasikan investor mulai memandang Bitcoin sebagai aset moneter langka dan lindung nilai terhadap risiko pelemahan nilai mata uang, bukan semata-mata sebagai proksi saham teknologi.
Sentimen ini turut diperkuat meningkatnya kekhawatiran terhadap kebijakan fiskal Amerika Serikat. Utang pemerintah AS telah menembus US$40 triliun, sementara rencana pembelian kembali obligasi Treasury berjangka panjang turut mendorong perhatian investor terhadap aset langka seperti emas dan Bitcoin.
Namun, koreksi terbaru menunjukkan narasi “emas digital” belum sepenuhnya teruji. Bitcoin sempat turun di bawah US$78.000 pada Sabtu pagi sebelum kembali bergerak di sekitar level tersebut.
Di pasar, level US$80.000–US$81.000 kini menjadi area penting yang harus direbut kembali Bitcoin untuk melanjutkan momentum kenaikan. Sebaliknya, bertahannya harga di sekitar US$78.000 akan menjadi ujian bagi kekuatan permintaan setelah reli tajam sepanjang pekan.
Bitcoin sebelumnya melonjak melewati US$80.000, didorong pelemahan dolar AS dan meningkatnya minat investor terhadap aset yang dipandang sebagai lindung nilai terhadap risiko debasement mata uang.
Dengan demikian, pergerakan Bitcoin dalam beberapa sesi ke depan tidak hanya menjadi pertaruhan arah harga kripto, tetapi juga menguji apakah Bitcoin benar-benar mulai memperoleh posisi sebagai “emas digital” dalam portofolio investor global. (nov)


