BRIEF.ID – Harga emas dunia ambruk sebesar 2,5% pascapidato Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, yang menginsyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga acuan untuk mengendalikan inflasi.
Pernyataan itu, disampaikan Kevin Warsh dalam pidato perdananya sejak menjabat sebagai Gubernur The Fed, saat konferensi tahunan The Fed, di Jackson Hole, Wyoming, Jumat (28/8/2026).
Dalam pidatonya, Wars menegaskan komitmen bank sentral untuk memerangi tekanan inflasi, dan membuka kemungkinan menaikkan suku bunga jika inflasi AS masih tinggi.
Dia mengungkapkan, bank sentral berkomitmen mengembalikan inflasi AS ke target 2%, yang merupakan target tegas yang telah ditetapkan bank sentral. Pada Juli 2026, inflasi AS berada di angka 3,7%, yang berarti masih berada di atas target The Fed.
Pidato Gubernur The Fed tersebut mendorong dolar AS dan pasar obligasi menguat karena ekspetasi yang tinggi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga acuan atau Fed Funds Rate (FFR), sementara pasar saham cenderung bergerak stabil.
Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS atau US Treasury tenor dua tahun, yang sangat mencerminkan ekspektasi terhadap langkah The Fed terkait FFR, bergerak dari 4,22% menjadi 4,30%. Hal ini menjadi pertanda bahwa investor memperkirakan imbal hasil jangka pendek akan naik.
Sementara yield US Treasury tenor 10 tahun dan 30 tahun cenderung stagnan, yang mengindikasikan investor tidak khawatir terhadap suku bunga tinggi dalam jangka waktu lama untuk memerangi inflasi.
Sebaliknya, pidato Kevin Warsh mendorong harga emas dunia ambruk 2,5% menjadi US$4.481,90 per troy ounce pada pukul 13.19 waktu New York, dan selanjutnya sempat melemah hingga 2,9%.
Harga emas dunia sebelumnya mengalami kenaikan tinggi dalam beberapa pekan terakhir hingga menembus level US$4.600 per troy ounce, pada Kamis (27/8/2026). Hal itu, terjadi seiring suntikan likuiditas mengejutkan dari Departemen Keuangan AS, yang menurunkan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah atau US Treasury.
Dengan kemungkinan kenaikan FFR pada semester II 2026, harga emas dunia diprediksi akan cenderung tertekan di kisaran US$4.200 per trou ounce hingga US$4.700 per troy ounce, pada akhir tahun ini.
Selain harga emas dunia, logam mulia lainnya, seperti perak juga turun 3,0% menjadi US$67,14 per ounce. Platinum sedikit melemah, sementara paladium menguat. (Jea)


